1328 VIAL UNTUK KEBUTUHAN VAKSIN TAHUN 2017

Published by Administrator on


Bajawa – Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan menganggarkan pengadaan Vaksin Anti Rabies atau VAR sebanyak 1328 vial untuk kebutuhan vaksin di tahun 2017. Dari jumlah VAR yang ada didistribusikan ke 14 puskesmas di kecamatan se-Kabupaten Ngada. Penyebaran vaksin ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan pemberian VAR kepada korban gigitan anjing rabies.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Seksi Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Nona Tonda kepada Tim Media Website Pemerintah Kabupaten Ngada di ruang kerjanya. Menurut beliau, keadaan data pada Dinas Kesehatan mencatat hingga bulan mei tahun 2017 telah terjadi 853 kasus gigitan yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan jumlah gigitan terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa dan kasus gigitan terendah di wilayah Puskesmas Rawangkalo. Dari ratusan kasus gigitan rabies di tahun 2017 ini, mengakibatkan satu korban meninggal karena rabies yang berasal dari Kecamatan Golewa Barat. Tahun ini Kabupaten Ngada mengalami kasus gigitan yang sangat tinggi sejak awal tahun saat ini.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sejak bulan April, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada telah mendistribusikan Vaksin Anti Rabies di 5 Puskesmas yakni Puskesmas Riung, Puskesmas Waepana, Puskesmas Koeloda, Puskesmas Aimere dan Puskesmas Surisina. Komisi Kelengkapan VAR pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada juga tetap melayani pemberian vaksin VAR meskipun tidak semua pasien dilakukan suntikan secara lengkap. Kelangkaan VAR dan hasil observasi gigitan membatasi Dinas Kesehatan untuk melakukan pemberian vaksin secara lengkap. Di tahun 2017 ini, Dinas Kesehatan mendapatkan dukungan dana pengadaan VAR sebesar dua ratus juta rupiah, cukup jauh angka dengan anggaran VAR pada tahun 2016 sebesar 700 juta rupiah.

Kepala Seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan tetap fokus melakukan upaya pencegahan meningkatnya jumlah kasus rabies dengan membangun jaringan kerjasama bersama Dinas Peternakan, aparat kecamatan dan desa serta petugas medis di setiap puskesmas. Kerjasama lintas sektor ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk tetap mewaspadai bahaya rabies yang masih mengintai dan terus menjadi penyebab kematian.

Dinas Kesehatan hingga saat ini gencar  melaksanakan sosialisasi Tata Laksana Kasus Gigitan Rabies di 15 puskesmas, pemasangan baliho rabies di Dinas Kesehatan, Puskesmas, maupun titik – titik di Kota Bajawa dan kecamatan serta pelacakan kasus rabies. Selain itu Dinas Kesehatan juga tetap melakukan pengadaan dan pelayanan Vaksin Anti Rabies dari anggaran daerah serta bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebanyak 1000 vial.

( /Merlyn Iju Lalu)

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *