Perkembangan HIV dan AIDS di Kabupaten Ngada cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Sejak dilakukan pencatatan dan pelaporan pada tahun 2003 hingga akhir tahun 2018, sudah ditemukan 162 kasus HIV dan AIDS dengan rincian laki-laki 95 orang dan perempuan 67 orang dengan kategori HIV 64 orang dan AIDS 98 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru, SKM menyampaikan hal tersebut, saat dikonfirmasi di sela – sela kegiatan Peringatan Hari AIDS se-dunia tingkat Kabupaten Ngada, Jumad 22 November 2019 di lapangan Kartini Bajawa.

Menurutnya, dari jumlah tersebut di atas 81 orang diantara penderita HIV/AIDS telah meninggal dunia. Sementara itu, penderita HIV (ODHA) yang saat ini mendapatkan layanan terapi Anti Retroviral (ARV) di layanan Perawatan dan Dukungan Pengobatan (PDP) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa berjumlah 41 orang.

Berbagai upaya pengendalian dan penanggulangan HIV/AIDS telah dicanangkan Kementerian Kesehatan, mulai dari inovasi pencegahan penularan dari jarum suntik (Harm Reduction) pada tahun 2006, pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) pada tahun 2010, penguatan Pencegahan Penularan dari ibu ke bayi.

“Sebagai upaya pencegahan, kami dari Dinas Kesehatan terus lakukan kampanye di berbagai kegiatan ke masyarakat, kelompok beresiko secara terus menerus, bersama Komisi Penanggulangan AIDS, Dinas Sosial, Tokoh agama dan stakeholder lainnya. Kemudian juga screening pada ibu hamil itu jadi agenda wajib untuk deteksi dini, agar tidak menular ke bayi,” jelas Kadis Gusti.

Kampanye Ajakan Cegah HIV AIDS

Saat ditanyakan tentang jumlah terbanyak penderita HIV/AIDS di Ngada, Kadis Kesehatan mengatakan bahwa ibu rumah tangga masih mendominasi jumlah terbanyak penderita AIDS di Ngada. Untuk pencegahan, diharapkan masyarakat untuk proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Rombongan Jalan Sehat Dengan Spanduk Pencegahan HIV/AIDS

“Sekarang ini, mulai dari pemeriksaan, pengobatan,konseling dan VCT semuanya gratis, ditanggung pemerintah. Dan sudah dilayani di RSUD Ngada, jadi tidak perlu ke luar Ngada untuk lakukan pemeriksaan HIV/AIDS,” tambah Gusti Naru

Peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Ngada, diwarnai dengan kegiatan jalan sehat bersama pelajar dan ASN, start dari kantor Bupati Ngada menuju lapangan Kartini Bajawa. Rombongan gerak jalan sehat dilepas oleh Sekda Ngada Theodosius Yos. Nono. Di lapangan Kartini, digelar Zumba masal bersama Komunitas Zumba Bajawa, Sosialisasi HIV/AIDS oleh Dokter Ansel Ake dan Teaterikal Pencegahan HIV/AIDS oleh staf Puskemas kota.

Penyakit HIV (Human Immuno Deficiency Virus) dan AlIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Epidemi HIV dan AIDS telah menyebar dengan cepat dan terus melanda ke berbagai pelosok dunia dan dapat menular kepada siapa saja dan dimana saja tanpa pandang bulu.

Kegiatan peringatan AIDS Dewasa ini, jutaan umat manusia di dunia telah terinfeksi virus HIV positif dan menderita AlIDS. Menurut perkiraan WHO pada akhir tahun 2003 terdapat 40 juta orang di dunia hidup dengan HIV dan AlDS. Menurut laporan United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDSS), pada akhir tahun 2003 bahwa dari 40 juta orang ODHA di dunia tersebut, 95% ODHA terdapat di negara-negara berkembang.

Komulatif infeksi HIV di Indonesia sampai dengan Bulan Desember 2017 sebanyak 280.623 jiwa dengan jumlah HIV tertinggi pada Propinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Jumlah Komulatif infeksi AIDS di Indonesia sampai dengan bulan Desember 2017 sebanyak 102.667 orang.

Di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari tahun 2003 sampai dengan 2018, profesi yang lebih banyak menderita HIV-AIDS adalah ibu rumah tangga (1.188) dikuti Wiraswasta/swasta (1.118), Profesi lain-lain (1.103), Petani (607), Buruh (391), PSK (382), PNS TNI Polri (247), Sopir (210), TKI (203), Ojek (171), Nelayan (137), Mahasiswa (134), Satpam (9), Penjahit (2).

Berdasarkan jenis kelamin, Laki-laki (3.274), dan perempuan (2.678) Kota Kupang menempati urutan teratas (1.327) dan terendah Kabupaten Sabu Raijua (7).






Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada