56 DESA PERSIAPAN DI KABUPATEN NGADA SIAP JADI DESA DEFENITIF

Bagikan

Bupati Ngada, Paulus Soliwoa menerima kunjungan kerja Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintah Desa,Bpk Aferi S.Fudail yg didampingi oleh Kadis BPM Prop NTT, Piter Manuk dan rombongan disambut dengan musik suling dari kelompok Wonga Runu Naru pimpinan Are Redo.Acara tatap muka berlangsung di Aula Setda Ngada yg dihadiri oleh para camat, kepala desa, kades persiapan, dan pimpinan PD se-Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada saat menerima Dir. Penataan dan Administrasi Pemerintah Desa Kementrian Dalam Negeri RI.

Bupati Soliwoa dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tahun 2010 dlm masa kepemimpinan Bupati Marianus dan Paulus (Mulus) telah memembuat tagline “Membangun Ngada dari Desa”. Untuk pendekatan pelayanan maka pemerintah melakukan pemekaran Kecamatan dan Desa. Adapun dasar pemikiran pemekaran desa di Kabupaten Ngada menurut Bupati Paulus, bahwa 80 persen lebih penduduk Ngada tinggal di Desa dengan 4 (empat) masalah pokok yaitu ekonomi, pendidikan,kesehatan dan infrastruktur. Tantangan yg dihadapi APBD Kabupateb Ngada terbatas sehingga harus efisiensi dan fokus dengan proporsi alokasi anggaran untuk belanja publik 60 persen. Untuk memenuhi pelayanan infrastruktur desa, dialokasi dana APBD Kabupaten Ngada untuk Program Pelangi Desa, Pelangi Kawasan dengan Pola PNPM dan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Perak.Saat ini masih ada 56 Desa Persiapan yg telah memiliki kantor desa dengan batas-batas desa yg jelas melalui partisipasi masyarakat desa sebagai persyaratan untuk menjadi desa defenitif. Bupati Paulus diakhir arahannya mengatakan bahwa 56 desa persiapan di Kabupaten Ngada SIAP menjadi desa defenitif.Selanjutnya, Direktur Penataan dan Administrasi Penataan Desa, Aferi dalam arahannya memberikan apresiasi kepada Bupati Ngada yg dalam masa kepemimpinannya mempunyai visi yg jelas yaitu Membangun Ngada dari Desa, sejalan dengan visi Presiden Jokowi yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran. Menurut beliau, kalau mau membangun Indonesia dan Ngada maka mulai membangun dari Desa sebagai inti.

Bupati Ngada dan Anggota DPRD Kab. Ngada saat mendampingi Direktur penataan Desa Kementrian Dalam Negeri RI.

Selanjutnya mengenai 56 Desa Persiapan di Kabupaten Ngada akan menjadi Desa defenitif apabila telah memenuhi syarat administrasi dan syarat teknis sesuai aturan yg berlaku. Harapan beliau, Desa harus menghasilkan regulasi-regulasi tematif antara lain Perdes APBDES,Perdes Kewenangan, Perdes Bumdes, Perdes Pasar Desa, dll sesuai kewenangan desa dan menggunakan hak asal usul desa masing-masing. Aferi meminta kepada Kades agar tidak mempermainkan seperti masa lalu. Perangkat Desa harus bekerja secara profesional sampai batas usia 60 tahun dan mendapatkan gaji sesuai aturan yg berlaku. Diakhir arahan Direktur Penataan Desa berharap apabila ke 56 desa persiapan telah memenuhi syarat akan didefenitifkan pada tahun 2020. Acara kunjungan tersebut dilanjutkan peninjauan ke Desa Persiapan Mukufoka dan Ubedolumolo (*anastasia).

Para Camat se-Kabupaten Ngada saat foto bersama Direktur penataan Desa Kementrian Dalam Negeri RI, Bupati Ngada.
Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada