Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Penetapan tanggal tersebut merujuk pada disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Undang-undang tersebut menjadi tonggak awal komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan anak. Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Ngada berlangsung meriah di SDN Natartuak-Taenterong II pada Senin, 27 Juli 2026. Acara ini merupakan kolaborasi bersama Pemda Ngada dipadukan dengan kegiatan Workshop Bambu Goes To School yang difasilitasi oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Konservana.

Kegiatan di SDN Natartuak ini dihadiri oleh Asisten 2 Setda Ngada, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Environmental Bamboo Foundation/Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Unsur Forkopincam Riung, Kepala Desa Taen Trong II, Kepala Sekolah SDN Natartuak berserta para Guru, Para Orang Tua dan Pelajar.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Ngada, Asisten 2 Nikolaus Noy Wuli menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bambu Lingkungan Lestari bersama seluruh mitra yang telah menghadirkan program Bamboo Goes to School. Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa membangun generasi masa depan tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran yang menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan nilai-nilai kehidupan.

Pemerintah Kabupaten Ngada menaruh perhatian besar terhadap pemenuhan hak-hak anak melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan pembangunan karakter. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ngada untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berbudaya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan komunitas seperti ini harus terus diperkuat.

Tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, mengajak kita untuk merenungkan satu hal yang sederhana tetapi sangat mendasar. Mencintai anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan untuk menjadi manusia yang utuh di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah melalui Asisten 2 Nikolaus Noy menegaskan beberapa hal penting yakni, “Pertama, mari kita pastikan setiap anak di Kabupaten Ngada tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), diskriminasi, maupun segala bentuk perlakuan yang merampas hak mereka untuk merasa bahagia. Anak yang tumbuh dengan rasa aman akan lebih percaya diri untuk belajar, berkarya, dan bermimpi.Kedua, saya mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu mendampingi anak-anak. Tidak semua kebutuhan anak dapat dipenuhi dengan materi. Kehadiran orang tua, perhatian, kasih sayang, dan komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter mereka.Ketiga, kepada para guru, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk nilai, etika, dan karakter. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat setiap anak merasa dihargai, didengar, dan percaya diri mengembangkan potensinya. Keempat, saya mengajak kita semua untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar mereka berani bertanya, berpendapat, berkarya, dan mengembangkan bakatnya. Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda. Tugas kita bukan membandingkan mereka, melainkan mendampingi agar setiap potensi yang dimiliki dapat bertumbuh secara optimal.Saya juga ingin berpesan kepada anak-anakku sekalian. Jangan pernah berhenti belajar dan jangan takut bercita-cita tinggi. Gunakan teknologi untuk belajar, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri. Hormati orang tua dan guru, bangun persahabatan yang baik, jauhi perundungan, dan tumbuhkan kebiasaan mencintai lingkungan sejak sekarang,”

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di SDN Natartuak ini diwarnai dengan berbagai perlombaan yakni Lomba mewarnai bagi siswa kelas I dan 2, Lomba Melukis kelas 3 dan 4, Lomba membuat kerajinan tangan dari Bambu bagi Siswa kelas 5 dan 6. Hadiah bagi pemenang lomba berupa Alat tulis dan Tumbler. Sementara para siswa seluruhnya mendapatkan hadiah sepatu sekolah. YBLL dan onservana juga memberikan hadiah White Board dan Kursi Meja dari Bambu kepada pihak sekolah untuk dimanfaatkan sebagai pendukung kegiatan KBM.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!