Ruang Rapat Bupati, 29 September 2026-Pemerintah Kabupaten Ngada mengikuti rapat melalui konferensi video (Zoom) bersama Asisten Deputi Penanganan Masalah dan Pengaduan Masyarakat (Asdep PMPB) dari Jakarta dalam rangka monitoring dan evaluasi perkembangan serta dampak gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Ngada.

Rapat tersebut diikuti langsung oleh Asdep PMPB dari Jakarta, Bupati Ngada, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Kepala Kejaksaan Negeri Ngada, Kapolres Ngada, para Asisten Setda Ngada, serta para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Ngada

Dalam arahannya, Asdep PMPB menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Ngada. Rencana kunjungan tersebut masih tertunda akibat adanya kendala penerbangan.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan mengenai dukungan bantuan berupa sembako dari Wakil Presiden sebanyak 155 paket yang disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Asdep PMPB menekankan pentingnya memastikan seluruh masyarakat terdampak telah terdata secara baik dan akurat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Ngada diminta terus melakukan verifikasi dan validasi data agar tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari pendataan maupun bantuan.

Selain pendataan, Asdep PMPB juga mendorong agar pembangunan hunian sementara (huntara) dapat dipercepat sehingga masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman selama proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Bupati Ngada menyampaikan bahwa secara umum data kerusakan akibat gempa bumi yang telah dihimpun pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Namun demikian, Bupati menjelaskan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ngada ke depan adalah adanya kerusakan bangunan yang tidak memenuhi persyaratan atau kriteria untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan.

“Kondisi ini tentunya menjadi salah satu hal yang cukup memberatkan pemerintah daerah ke depan. Karena itu, kami berharap adanya dukungan dan kerja sama dalam proses selanjutnya, sehingga penanganan dampak gempa dapat dilakukan secara tepat,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan pentingnya kerja sama yang kooperatif antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan pemerintah pusat dalam setiap tahapan penanganan pascabencana, mulai dari verifikasi data, penyaluran bantuan, pembangunan huntara hingga proses pemulihan dan rehabilitasi masyarakat terdampak.

Melalui rapat monitoring dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngada berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan dampak gempa bumi berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!