Jumat (09/08/2019) digelar kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Ngada, bertempat di halaman kantor Bupati Ngada. Kegiatan diawali dengan longmarch melewati sejumlah jalan protokol di kota Bajawa dan kembali diterima di halaman Kantor bupati oleh Bupati Paulus Soliwoa.

Bupati Ngada dan Undangan lainnya sedang mendengarkan Orasi Poster dari masing-masing sekolah.

Lebih dari 750 anak dari berbagai sekolah SD, SLTP dan SLTA di kota Bajawa dan sekitarnya mengikuti kegiatan HAN yang diawali dengan longmarch dengan membawa poster-poster melewati sejumlah ruas jalan utama. Bupati Ngada Paulus Soliwoa menerima longmarch anak-anak dari berbagai sekolah dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Ngada; unsur Forkompimda tingkat Kabupaten Ngada; para Pimpinan dan Anggota DPRD Ngada; pimpinan Instansi/Badan/Dinas/Kantor Kabupaten Ngada; TP-PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kab. Ngada; Para Camat, Kepala Desa/Lurah se- Kabupaten Ngada; Dunia Usaha, Pers, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO); dan Para Pengajar/ Pendamping dan Para Siswa/i SD, SLTP dan SLTA/SMK se Kecamatan Bajawa, Golewa Selatan dan Bajawa Utara;

Hari anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai negara di seluruh dunia. Hari anak Internasional diperingati pada setiap tanggal 1 Juni, dan hari anak universal di peringati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak diseluruh dunia.

Panti Citra ikut terlibat dalam HAN Kabupaten Ngada.

Di Indonesia Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Salah satu hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak-hak anak PBB tahun 1989 pasal B adalah menghormati hak anak untuk memelihara jati dirinya, termasuk kebangsaan.

Peringatan Hari Anak Nasional belum menjadi tradisi masyarakat di Indonesia dibandingkan dengan peringatan hari besar lainnya. Bahkan banyak anak-anak Indonesia yang tidak mengetahui adanya Hari Anak Nasional.

Gerak jalan yang diikuti oleh anak-anak, urusan dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Ngada.

Diharapkan momen Peringatan HAN 2019 ini dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan anak serta pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam kegiatan hari anak nasional anak lebih dibebaskan untuk berekspresi, berkreasi serta mengeluarkan dan mengembangkan kreaktifitas yang sesuai dengan kegiatan yang diselenggarakan. Dengan ada kegiatan ini anak bisa menyalurkan ide-ide serta kreaktifitasnya yang selama ini sulit untuk mereka salurkan.

Banyak kebijakan, program, dan kegiatan yang telah dibuat dan dilaksanakan di seluruh tingkatan wilayah, namun pemenuhan hak dan perlindungan anak belum optimal. Hal ini antara lain terlihat dari masih banyaknya anak yang tidak memiliki akta kelahiran, informasi yang ada belum ramah anak, mudahnya anak mengakses pornografi, masih terbatasnya wadah partisipasi anak dan suara anak belum mewarnai proses pembangunan.

Di bidang kesehatan masih banyak masalah kesehatan anak, di bidang pendidikan belum semua anak mendapatkan pendidikan, terbatasnya ruang kreatifitas anak, masih banyaknya pekerja anak, maraknya kekerasan kepada anak, baik kekerasan di rumah, di jalan, di sekolah dan tempat-tempat umum lainnya, masih banyak anak berkebutuhan khusus yang belum terpenuhi haknya. Semua ini tentunya akan berdampak pada tumbuh kembang anak dan kehidupan mereka pada saat dewasa.

Anak-anak sedang memegang poster, Stop kekerasan pada anak.

Hal tersebut perlu dicegah dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memberikan perlindungan dan tumbuh kembang anak yang optimal. Lingkungan yang kondusif harus dimulai dari dalam keluarga karena keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dapat menciptakan anak GENIUS (Gesit Empati beraNI Unggul Sehat)”.

Konsep utama yang harus diperhatikan dalam menciptakan anak GENIUS adalah pola pengasuhan yang berkualitas yang didapat dari keluarga sebagai pengasuh utama dan pertama bagi anak, sesuai dengan tema Hari Anak Nasional Tahun 2019 yaitu “Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak”. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pemenuhan hak anak dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga, sehingga ketahanan dalam keluarga dapat terbentuk.

Sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan di atas, Pemerintah Kabupaten Ngada membutuhkan peran stakeholder lainnya, khususnya dunia usaha yang ada dalam wilayah Kabupaten Ngada untuk berpartisipasi, berperan aktif dan berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut di atas.

Dengan pemikiran di atas, proposal ini disajikan guna memberikan gambaran seputar penyelenggaraan kegiatan dan sekaligus mendapatkan dukungan nyata dari dunia usaha kepada Panitia Penyelenggara dalam menyukseskan berbagai rangkaian acara Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Ngada tahun 2019.

Kegiatan ini bertujuan: mengembangkan bakat dan kreatifitas anak; pengenalan hari anak bagi para pelajar; mempererat hubungan persaudaraan anat pelajar; agar anak dapat lebih berani menampilkan kelebihan serta keberanian untuk berada didepan orang banyak; menambah wawasan pengetahuan para siswa tentang hari anak nasional; agar anak bebas berekspresi.

Kegiatan Hari Anak Nasional tingkat kabupaten Ngada dilaksanakan dalam berbagai kegiatan seperti: longmarch (pelepasan parade oleh Bapak Sekda Ngada); lomba poster dan orasi poster; pembacaan surat terbuka anak kepada Bupati Ngada; pembacaan dan penandatanganan komitmen pemerintah Kabupaten Ngada terhadap upaya perlindungan anak dari segala tindak kekerasan; fragmen, gerak dan lagu oleh forum anak; dan penyerahan hadiah lomba.

Gambaran kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ngada dua tahun terakhir mengalami peningkatan, tahun 2018: kekerasan fisik 6 orang, penelantaran 2 orang, seksual 13 orang, yang melibatkan pelaku anak sembilan orang (kekerasan seksual) dan 6 saksi anak-anak dalam kasus kekerasan seksual. Tahun 2019: kasus seksual 10 orang, penelantaran 4 orang, anak pelaku dua orang (kasus kekerasan seksual) dan anak saksi dua orang dalam kasus kekerasan seksual.

HAN tingkat kabupaten Ngada diselenggarakan kerja sama PMD P3A dengan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada