Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)-Bali, yang mewadahi wilayah kerja Bali, NTT dan NTB, gelar kegiatan Dialog Seni dan Pertunjukan di Kabupaten Ngada tahun 2019, di gedung seni dan pertunjukan Ngada, Sabtu 6/072019.
dan msih dalam rangkaian Festival Inerie.

Ketua BNPB Made Dharma Sutedja M.SI kepada Media menjelaskan bahwa Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggugah komunitas budaya di
Kabupaten Ngada, berperan aktif dalam melestarikan kekayaan budaya dari
leluhurnya, utamanya dikalangan generasi muda.

Ketua BPNB Bali, Saat Dialog Budaya.

Hadirnya budaya daerah ditengah derasnya arus globalisasi, perlu dibarengi dengan meningkatkan pemahaman serta apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya.

Pelaksanaan kegiatan Dialog Seni dan Pertunjukan di Kabupaten Ngada ini , dilakukan lebih karena kekawatiran akan hilangnya budaya leluhur, akibat pengaruh luar di era modernisasi dan globalisasi .

“Saat ini, seni tradisional cendrung berada di ambang transisi, antara masih dianut
oleh komunitasnya dan mulai ditinggalkan karena sudah dianggap kuno, tugas kita sebagai generasi penerus,wajib menjaga dan melestarikan, kalau tidak akan hilang semua budaya kita. Indonesia ini negeri Adibudaya, punya banyak budaya lisan dan tulisan.Kami dari BPNB akan bantu memfasilitasi dan mengupayakan penyelamatan budaya lokal”, jelas Made.

Terhadap suatu tradisi yang mulai ditinggalkan oleh komunitasnya, bisa disebabkan oleh karena
kurangnya pengetahuan, pemahaman serta apresiasi masyarakat utamanya kalangan generasi muda, terhadap
keragaman seni budaya yang dimiliki.

Kegiatan ini diharapkan menambah kecintaan serta tumbuhnya apresiasi dari
kalangan generasi muda, guna melestarikan keragaman seni tradisional yang dimiliki.

Kegiatan Dialog Budaya Dimeriahkan Pentas Budaya Dari Komunitas Seni Ngada.

” Ada  hal yang patut diapresiasi dan disyukuri oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Ngada adalah keberagaman suku bangsa yang kita miliki, dengan keberagaman kebudayaannya. Kita semua, wajib pertahankan kehidupan di setiap suku dan etnis, dengan mengembangkan kebudayaannya masing- masing yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam maupun sosial budaya masing-masing”, lanjut Made.

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, adalah salah satu UPT dari Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk lakukan proteksi dan melindungi ranah nilai budaya. Sebagai informasi dari BPNB Bali bahwa tarian “Jai”, akan diusulkan jadi warisan Budaya Nasional, setelah dilakukan perekaman dan melengkapi form usulan.

Pentas Budaya dalam Balutan Tarian Tradisional.

Peserta Dialog seni dan Pertunjukan Ngada terdiri dari komunitas seni budaya seperti sanggar Arbo Golsel, Sanggar Apansel Golsel, Sanggar Persada Malanuza, Komunitas Seni Wogo, juga para pelajar SMU/SMK se – Kabupaten Ngada.

Acara ini dihadiri juga oleh Asisten Pemerintahan Setda Ngada Emanuel Dopo yang dalam sambutan pembukanya menjelaskan, Pemda memberi apresiasi kepada Dirjen kebudayaan untuk gelaran pentas seni budaya, sebagai wadah kreatifitas untuk generasi muda, agar budaya tetap berkembang dan lestari dan agar akar budaya tidak terlupakan.

Seniman, budayawan, tokoh masyarakat diharapkan untuk proaktif dalam menyokong seni budaya, dengan mengemas dan meningkatkan pertunjukan seni, dikemas secara menarik. Dialog dan pentas seni ini adalah bagian penting dari Festival Inerie. Sektor pariwisata dan budaya untuk masa kini adalah sektor andalan di Ngada dan Indonesia umumnya. Tentang pelestarian budaya, Emanuel Dopo mengingatkan agar tarian khas Bajawa ‘Jai”, wajib dilestarikan dan amankan, agar tidak diklaim pihak lain.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada