Bagikan

Bupati Ngada, Paru Andreas saat membuka Musrenbangcam RKPD Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Bajawa, Senin 08 Maret 2021 di aula Kantor Camat Bajawa meminta semua tingkatkan mulai dari Desa sampai tingkat perangkat daerah agar dalam perencanaan program dan kegiatan di tahun 2022 mengutamakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya prioritas yang difokuskan pada visi misi Pemkab Tahun 2021-2006 dengan program strategis Tante Nela Paris.

Menurut Bupati Andreas, Musrenbangcam merupakan forum perencanaan yang sifatnya partisipatif. Untuk itu, dalam proses perencanaan harus mengutamakan program dan kegiatan yang menjadi prioritas.

Berkaitan dengan perencanaan di tingkat Desa dikatakan Bupati Andreas, bahwa perencanaan program dan kegiatan tingkat desa juga harus ada program prioritas yang mengacu pada Permendesa Nomor 13 Tahun 2020 dan mesti sejalan dengan program Tante Nela Paris yang telah dituangkan dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Ngada. Selain itu, diperlukan kolaborasi program dan kegiatan antara Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

Dikatakan Bupati, Program Tante Nela Paris adalah program strategis dengan basis bidang pertanian dan pariwisata. Program ini akan bermuara pada 3 T, Tuku, Tuka dan Teka. Program ini tidak serta merta meninggalkan sektor lain seperti di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. Sektor-sektor ini menjadi sektor pendukung untuk mewujudkan Tante Nela Paris.

Ditegaskan Bupati Andreas, moment Musrenbang menjadi kesempatan yang baik untuk menyamakan persepsi dalam menyukseskan program Tante Nela Paris. Semua perbedaan yang terjadi pada masa lalu hendaknya kita tinggalkan. Dirinya mengajak semua komponen untuk fokus pada program Tante Nela Paris dengan memanfaatkan semua potensi dan sumber daya yang ada.

Kepada para Kades, Camat, Pimpinan Perangkat Daerah dan semua ASN termasuk para pendamping untuk berperan secara maksimal dalam mendorong petani untuk manfaatkan lahan yang ada termasuk lahan-lahan tidur yang luar biasa potensinya. Para Kepala Desa juga diharapkan dapat membuat inovasi-inovasi dan gagasan baru. Contoh inovasi desa misalnya di desa mesti ada kebun desa sebagai model atau contoh buat masyarakat.

Selain itu, setiap desa diharapkan memiliki Bumdes. Bumdes sangat penting karena program Tante Nela Paris mulai hulu dan hilir akan berakhir di pemasaran. Dan Bumdes memiliki posisi penting dalam kaitanya dengan pemasaran.

Menyinggung tentang konsep Tante Nela Paris dikatakan Bupati Andreas bahwa konsep program ini dilakukan berdasarkan konsep Zona Agro Ekologi atau pemetaan wilayah. Di Kecamatan Bajawa tentu kita akan kembangkan tanaman hortikultura, dan di Jerebuu kita kembangkan tanaman Perkebun seperti Cengkeh dan Kemiri misalnya. Untuk mendukung ini, kita tentu akan siapkan bibit dan sarana dan prasarana. Di Jerebuu misalnya untuk pengembagan kemiri dan cengkeh selain menyiapkan bibit tentu kita perlu menyiapkan sarana seperti alat pemecah kemiri dan alat petik cengkeh yang selama ini masih dilakukan secara tradisional oleh para petani.

Diakhir sambutannya, Bupati Andreas meminta peran lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan semua komponen untuk mendukung dan menyukseskan program Tante Nela Paris.