Spread the love

Bupati Ngada, Drs Paulus Soliwoa memimpin rapat koordinasi gugus tugas percepatan penanganan Virus Corona Kabupaten Ngada, di aula BP-Litbang, Sabtu 21 Maret 2020.

Hadir dalam rapat ini, Sekda Ngada, Asisten III Setda Ngada, unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah yang masuk dalam gugus tugas percepatan penanganan corona virus di Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada dalam arahannya menyampaikan bahwa gugus tugas percepatan penanganan corona virus di Kabupaten Ngada adalah dalam upaya memantapkan peran gugus tugas pada masing masing bidang yang telah di tetapkan.

“Dalam rapat ini juga di minta, agar gugus tugas pada masing masing bidang, dapat melaksanakan tugas  sesuai bidangnya, serta dapat menyusun  dan merencanakan kebutuhan baik tenaga  maupun biaya,” ungkap Paulus, Sabtu, 21 Maret 2020.

Pembentukkan gugus tugas percepatan penanganan corona virus ini sendiri berdasarkan keputusan Bupati Ngada Nomor : 338/KEP/HK/2020

Masih dalam kesempatan yang sama Bupati Ngada menambahkan bahwa sebagai antisipasi dari penyebaran virus Corona di Kabupaten Ngada, Bupati mengambil kebijakan untuk setiap perkantoran, pemilik hotel/wisma / Homestay / penginapan untuk tidak menerima tamu dari luar wilayah Kabupaten Ngada selama 14 hari kedepan.

Dalam diskusi juga disampaikan pusat observasi baik untuk pasien kategori ODP dan PDP akan ditempatkan di 2 Puskesmas yakni Puskesmas Boba dan Puskesmas Watukapu mengingat dua Puskesmas ini jauh dari pemukiman, namun sebelumnya harus melakukan pemeriksaan di posko pemeriksaan Corona yang berada di halaman RSUD Bajawa. Penetapan 2 Puskesmas sebagai pusat Observasi masih menunggu keputusan yang sah dari Bupati Ngada. Kesepakatan yang di ambil dalam diskusi ini juga antara lain penutupan semua obyek wisata baik yang di kelola Pemerintah maupun Swata dan juga akses pintu masuk ke Kabupaten Ngada baik dari udara, laut dan darat pada wilayah perbatasan akan dilakukan pengawasan.

Bupati Ngada sangat mengharapkan adanya kesadaran dari warga Ngada yang baru kembali dari luar daerah terutama daerah yg sudah positif terkena virus corona, untuk dapat melaporkan diri ke puskesmas terdekat dan sebisa mungkin melakukan pengecekkan kesehatan dan menunggu instruksi lanjutan.

Direktur RSUD Bajawa, drg Maria Wea Betu dalam diskusi juga meminta Pemda Ngada agar memperhatikan APD(Alat Pelindung Diri) bagi tenaga medis, dan menurut Bupati Ngada akan diupayakan dalam waktu dekat untuk RSUD Bajawa dan dua Puskesmas yang di gunakan sebagai pusat observasi nanti.

Pantauan media, dalam forum diskusi ini sangat diperhatikan soal pengamanan diri, dari mencuci tangan sebelum memasuki ruang rapat, penggunaan masker sampai dengan jarak duduk dari masing-masing peserta rapat.

Sampai dengan berita ini diturunkan status ODP untuk Kabupaten Ngada sendiri belum ada.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada