Ngada

DIALOG BUDAYA, KEMBALIKAN NILAI LUHUR LOKAL NGADA

Bagikan

DINASKOMINFO.NGADA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat mengadakan dialog budaya. Dialog dengan tema “Masyarakat Adat Sebagai Garda Terdepan Dalam Mengelola Kearifan Lokal” dilaksanakan di Desa Boloji, Wawowae, Rabu, (06/10/2021).

Menurut Kepala Seksi Cagar Budaya dan Kemuseuman Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Paskalia Maria Dolorosa Moi, mengatakan tujuan kegiatan dilakukan untuk mendorong setiap desa agar bisa menghasilkan dokumen kemajuan kebudayaan dari setiap desa dengan dukungan dari setiap instansi.

“Tema sesuai dengan regulasi yaitu masyarakat adat yang mampu berkolaborasi dengan Kementrian Desa, dan di Kabupaten ada dinas terkait khususnya Dinas BMDP3A”, ungkapnya.

Paskalia juga menambahkan peserta yang hadir merupakan tokoh masyarakat, OPD terkait, tokoh dari 3 etnis, Kepala Sekolah, Tokoh Perempuan, Seniman, Pegiat Kebudayaan, Sanggar Seni, Penjaga Situs di Kabupaten Ngada dan Para Kepala Desa. Adapun kegiatan ini akan terus berlanjut hingga bulan November mendatang.

“Kegiatan akan berlanjut yaitu Festival Desa yang diadakan pada bulan November di tempat yang sama”, tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Sjamsul Hadi. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ngada yang selalu memperhatikan masyarakat dalam rangka upaya kemajuan kebudayaan.

“Mari bersama bangkit untuk mengembalikan nilai-nilai luhur lokal yang ada di desa-desa di wilayah Kabupaten Ngada. Untuk itu kami bersama Pemda Kabupaten Ngada menyelenggarakan dialog budaya masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam mengelola kearifan lokal”, ungkapnya.

Beliau berharap dengan dilakukannya kegiatan ini, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi atau masukan melalui para pemuda, pemangku adat dan pemuka agama di wilayah Ngada dengan menggunakan prinsip-prinsip gotong royong.

Di akhir sambutan, beliau mengusulkan kepada pemerintah daerah ngada untuk menghadirkan hari khusus bahasa lokal sehingga amanat dari Undang-Undang ini dapat terwujud. Selain itu juga beliau mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menghidupkan kembali permainan tradisional dan olahraga tradisional.

“Saya melihat banyak permainan rakyat yang sudah hampir punah di Ngada, kiranya bisa digali kembali sehingga di Tahun 2022 bisa dilakukan kompetisi permainan rakyat dan olahraga tradisional dalam hal ini Kementerian siap berkolaborasi untuk mengembangkan permainan rakyat dan olahraga tradisional”, tutupnya.

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada