Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menggelar sosialisasi HIV / AIDS bagi pejabat struktural lingkup Pemda Ngada, di Kemah Tabor Mataloko, Selasa, 17 September 2019.

HIV / AIDS ialah Virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih. Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi yang serius yang disebut AIDS.

Narasumber sosialisasi HIV / AIDS.

Di Propinsi NTT sejak tahun 2003 sampai tahun 2018 jumlah kasus seluruhnya sebanyak 5952 kasus, dengan profesi tertinggi Ibu Rumah Tangga sebanyak 1188 kasus. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 3274, dan Kabupaten Kupang menempati urutan teratas sebanyak 1327 kasus dan untuk Kabupaten Ngada berada di urutan ke 5 untuk Propinsi NTT.

Peserta sosialisasi HIV / AIDS.

Maria Yosepha Kurnia, Kasie Penanggulangan Pemberantasan Penyakit dan Wabah pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dalam laporan Panitia menyampaikan bahwa data kasus HIV / AIDS di Kabupaten Ngada dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2018 sebanyak 162 kasus, dengan HIV 64 kasus dan AIDS 98 kasus. Dari jumlah tersebut 84 orang meninggal, dan yang mendapatkan terapi ARV sebanyak 41 orang. Kasus terbanyak di Kecamatan Bajawa 58 kasus dan terendah di Riung Barat dengan jumlah 3 kasus. Sosialisasi untuk pejabat struktural lingkup Pemda Ngada ini dilakukan mengingat berdasarkan data sejak Januari 2019 – Juni tahun 2019 PNS di Kabupaten Ngada yang terinvensi HIV / AIDS berjumlah 3 orang.

Kadis Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada saat memberikan sosialisasi.

Asisten III Setda Ngada, Dra Iju Maria Albina yang mewakili Bupati Ngada dalam sambutan, menyampaikan bahwa berdasarkan data-data penderita HIV / AIDS yang ada di Kabupaten Ngada, menunjukkan bahwa HIV / AIDS dianggap bukan hanya masalah medik dari penyakit menular semata, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia, baik medik, psikologis, sosial dan budaya. Untuk itu Bupati Ngada melalui Asisten III mengajak seluruh stakeholder terkhusus pemerintah melalui para pejabat struktural lingkup Pemerintah Ngada, untuk dapat mengambil langkah nyata terutama melalui program dan kegiatan di masing-masing unit kerja.

dr. Ansel Ake, M. BioMed, SpPD, sedang memberikan materi sosialisasi HIV /AIDS dan Hepatitis B.

Di akhir sambutan, Albina Iju menyampaikan beberapa poin penting diantaranya,1. HIV / AIDS saat ini belum ada obat atau vaksin untuk itu perlu adanya pola hidup sehat dan perlu disosialisasikan kepada semua masyarakat khususnya generasi muda, 2. Peserta sosialisasi ini adalah garda terdepan dalam pencegahan HIV / AIDS. Pandangan masyarakat untuk menjauhi atau menolak orang yang terinfeksi HIV / AIDS harus dihilangkan, 3. Pemda Ngada memberikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh stakeholder dibidang kesehatan yang telah terlibat dalam upaya penanggulangan AIDS di Kabupaten Ngada.

Peseta Sosialisasi sedang mendengarkan materi sosialisasi.

Setelah menyampaikan sambutan Bupati Ngada, Asisten III Setda Ngada membuka kegiatan sosialisasi dengan resmi.

Narasumber sosialisasi HIV / AIDS ini sendiri adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru dan dr. Ansel Ake, M. BioMed, SpPD.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, anggota Forkopimda Ngada, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ngada dan para Pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemda Ngada serta para pemerhati masalah HIV / AIDS. Dalam sosialisasi ini juga dibuka dengan sesi diskusi bagi peserta sosialisasi.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada