Bajawa (Ngada) – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menggelar kegiatan sosialisasi/ rembuk stunting pada hari Kamis, 23 Mei 2019 bertempat di aula Yasukda Bajawa. Kegiatan Sosialisasi ini merupakan tahapan aksi ke 3 (Rembuk Stunting), dimana sebelumnya telah dilaksanakan aksi 1 dan 2 yaitu, pengumpulan dan analisa data serta penyusunan rencana kegiatan baik spesifik maupun sensitif. Pertemuan aksi 1 dan 2 sudah dilaksanakan dan difasilitasi oleh BP-Litbang Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dalam pertemuan sosialisasi/ remuk Stunting.

Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Martha Lin Manuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang,infeksi berulang dan pola asuh yang tidak memadai terutama dalan 1000 HPK. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Stunting juga menjadikan lebih rentan terhadap penyakit. Upaya penurunan stunting dilakukan melalui 2 intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk menyasar penyebab langsung dan intervensi sensitif untuk menyasar penyebab tidak langsung Intervensi spesifik umumnya diberikan oleh berbagai program pada sektor kesehatan yang menyasar penyebab langsung seperti ; asupan makanan,infeksi,status gizi ibu,penyakit menular,kekurangan nutrisi dan kesehatan lingkungan. Intervensi sensitif ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, dengan sasaran adalah masyarakat umum, tidak khusus pada ibu hamil dan balita pada 1000 HPK, dan berkontribusi pada 70% intervensi Stunting. Kegiatan yang dilakukan antara lain; menyediakan dan memastikan akses pada air bersih, sanitasi, layanan keluarga berencana, Jaminan Kesehatan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini Universal, dan Ketahanan Pangan.

Laporan Panitia, oleh Kabid Yankesnas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Stunting ada 8 Aksi Konvergensi yang perlu dilaksanakan antara lain ; analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perbub/ Perwali tentang peran Desa, kader pembangunan manusia, manajemen data, pengukuran dan publikasi serta review kinerja tahunan.

Bupati Ngada, Paulus Soliwoa dalam sambutannya menegaskan bahwa untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Ngada butuh kerjasama Pemerintah dan Lintas sektor lainnya mengingat Stunting sudah berurusan dengan nilai kemanusiaan,yang mana sasaran utamanya adalah para wanita yang akan memasuki usia pernikahan dan pasangan usia subur. Selanjutnya Paulus Soliwoa menegaskan perlu re-orientasi kebijakan KB harus kembali ke filosofi dasar bahwa KB adalah tentang pembatasan angka kelahiran sedangkan orientasi kesejahteraan menjadi urusan pemerintah sehingga angka Stunting juga bisa menurun khusus untuk Kabupaten ngada mengingat ada 30 desa di Kabupaten Ngada yang angka Stuntingnya masih diatas 50%.

Bupati Ngada saat menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan sosialisasi/ remuk Stunting Tingkat Kabupaten Ngada Tahun 2019

Narasumber dalam kegiatan ini diantaranya, Bupati Ngada,Kepala Bappeda Propinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Kepala BP Litbang Kabupaten Ngada, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.

Kegiatan Sosialisasi/ Rembuk Stunting ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dengan Koordinasi BP-Litbang, dengan peserta terdiri dari Lintas Program di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, sektor terkait, para Camat, TP PKK Kabupaten, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Kepala Puskemas dan Kepala Desa dari Desa Ubedolumolo dan Desa Naru yang mana kedua desa ini adalah perwakilan dari beberapa desa yang memiliki angka Stunting tertinggi di Kabupaten Ngada.

Para Peserta Pertemuan Sosialisasi/ Rembuk Stunting

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada