Festival Inerie yang akan digelar pada 2 – 10 juli 2019, merupakan pemantik budaya dan jalan menuju Literasi budaya. Sebelum Festival ini resmi digelar, rangkaian persiapan telah dilakukan oleh Panitia lokal dan Kabupaten, berkoordinasi dengan Tim Indonesiana. Persiapan pengumpulan dokumen kebudayaan menjadi salah satu bagian penting dari Festival ini. Seluruh konten-konten kebudayaan yang akan diangkat di festival Inerie, telah dikelola dan menghasilkan satu dokumen kebudayaan yang diberi judul “ Warisan Budaya Yang Diangkat Pada Festival Inerie 2019 “.

Tim Penyusun Dokumen Budaya Ngada

Kepala seksi Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Asri Moi kepada media ini mengatakan bahwa Tim kerja yang terlibat dalam penggalian, penyusunan dan penulisan Dokumen budaya ini, terdiri dari pegiat literasi, penulis, dosen dan pemulung budaya. Tim ini telah melakukan perjalanan panjang  pengumpulan data budaya yang dilakukan  sejak bulan januari. Pada tanggal 15 juni, dokumen pengetahuan budaya ini selesai ditulis, tentunya masih ada revisi untuk penyempurnaan.

Naskah Dokumen Budaya

Menurut rencana, dokumen kebudayaan ini akan dicetak dan diterbitkan, untuk dilaunching pada tanggal 7 July 2019. Hal ini sangat penting dilakukan, mengingat pentingnya mewariskan konten budaya Ngada kepada Generasi yang akan datang. Salah satu tugas penting Pemerintah menginventarisir dan mengumpulkan pengetahuan budaya setiap tahun, sehingga budaya Ngada tidak hilang dan punah serta terlupakan.

Inilah langkah strategis dari digelarnya Festival Inerie dan dari evaluasi tim ahli Indonesiana menyatakan bahwa Kabupaten Ngada menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang sangat serius mengelola dan mengumpulkan dokumen dan pengetahuan kebudayaannya.

Dokumen kebudayaan yang terdiri dari 75 eksemplar ini, berisi semua konten budaya yang diangkat pada Festival Inerie diantaranya, pengetahuan budaya Ka Sa’o, Filosofi Bambu, Filosofi dan sejarah kopi, Tenun dan Pengetahuan tentang penyebaran motif tenun ikat di Ngada serta maknanya. Setelah launching, dokumen ini dapat diakses oleh public khususnya generasi muda. Rencananya ada 200 buku yang dicetak dan dibagikan pada Festival inerie. Setelah Festival akan ada cetakan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kasie Kebudayaan Ngada Asri Moi

Tim penyusun Dokumen Budaya ini adalah Ermelinda Yosefa Awe dan Patrisia Way Gale yang merupakan Dosen Ilmu Sosial Budaya STKIP Citra Bhakti Malanuza, Paulina Dwiyani Wasonono staf Disparbud, Emanuel Djomba, Pegiat Literasi dan Yohanes Mopa yang merupakan pemulung Budaya.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada