Enam Ranperda di Awal Tahun

Published by Administrator on

Bajawa, Warta DPRD

Lembaga DPRD Kabupaten Ngada membahas dan menetapkan 6 (enam) buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Ngada pada awal tahun 2016 ini. Agenda pembahasan dan penetapan enam buah ranperda dimaksud dilaksanakan selama kurang lebih sebulan, yakni sejak tanggal 03 Februari 2016 sampai dengan 07 Maret 2016.

Kegiatan pembahasan diawali dengan Sidang Paripurna I DPRD Kabupaten Ngada dengan agenda acara pembukaan sidang. Acara pembukaan sidang itu sendiri dihadiri oleh Penjabat Bupati Ngada, Yohanes Tay Ruba, Unsur Forkopimda Ngada, Sekda Ngada, para Staf Ahli Bupati Ngada, para Asisten pada Setda Ngada,para Pimpinan OPD, para Camat, wartawan dan ungangan lainnya.

Pelaksanaan Sidang Paripurna I dengan agenda Pembukaan Masa Sidang I DPRD Kabupaten Ngada dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Helmut Waso. Dalam arahannya Bapak Helmut Waso menegaskan bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi anggota dewan sebagai wakil rakyat adalah fungsi legislasi. Fungsi ini melekat dalam diri setiap anggota dewan untuk membahas berbagai produk hukum di daerah dan bahkan diberi kewenangan untuk membentuk produk hukum berupa Peraturan Daerah atas inisiatif dewan.

Karena itu, lanjut Helmut, kemampuan dan kapabilitas kita dalam memahami dan mendalami berbagai permasalahan konkrit yang dialami masyarakat adalah sebuah keniscayaan. Sebagai penyambung lidah rakyat, kita niscaya harus mampu merasakan berbagai permasalahan yang ada untuk kemudian merumuskan kebijakan guna mengatasi masalah yang ada. Peraturan daerah adalah salah satu bentuk jawaban atas berbagai persoalan konkrit yang dialami masyarakat. Dengan demikian mereka memiliki payung hukum yang kuat ketika hendak melakukan sesuatu di tengah kehidupan mereka sehari-hari.

Momentum pembahasan Ranperda kali ini memang bertepatan dengan awal tahun. Karena itu lembaga dewan dan pemerintah sejatinya harus memiliki semangat dan tekat yang kuat untuk membahas materi Ranperda yang diajukan ini.

Diujung akhir sambutannya, Pak Ketua juga sempat menyinggung tentang perbedaan-perbedaan pandangan politik pasca pilkada akhir tahun 2015 yang lalu. Sebagaimana diketahui, pembahasan Ranperda ini pun merupakan agenda pertama lembaga dewan di tahun 2016 setelah sibuk dengan perhelatan Pilkada pada 09 Desember 2015 yang lalu.

Karena itulah Pak Ketua berpesan agar segala perbedaan itu sedapat mungkin disisihkan. “Mari kita satukan tekad, bulatkan hati dan bergadengan tangan membangun daerah Ngada yang kita cintai ini di masa yang akan datang secara bersama-sama. Hilangkan sudah segala perbedaan selama Pilkada yang lalu. Kita bersatu untuk masyarakat Ngada yang lebih sejahtera, unggul dan mandiri”, demikian Pak Ketua menegaskan.

Sementara itu, Penjabat Bupati Ngada, Bapak Yohanes Tay Ruba dalam sambutannya menekankan bahwa pada masa sidang kali ini, Pemerintah mengajukan enam buah Ranperda yang dipandang penting dan mendesak untuk dibahas dan ditetapkan  menjadi Peraturan Daerah. Ranperda yang diajukan ini telah melalui kajian dan telaah kritis oleh pemerintah.

“Upaya pengajuan penetapan keenam Peraturan  Daerah ini merupakan usaha sadar untuk menghimpun pelbagai pemikiran yang berkaitan dengan tuntutan dan harapan untuk pemenuhan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat daerah ini. Hasil karya kita merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam upaya mewujudkan masyarakat Ngada yang maju dan sejahtera berbasis keunggulan dan kemandirian. Pemerintah menyadari bahwa bahwa berbagai usul, saran dan koreksi yang disampaikan oleh Dewan yang terhormat nantinya, tidak saja karena tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi lebih didorong oleh motivasi yang luhur dan rasa tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat”, tegas Bapak Penjabat Bupati mengakhiri sambutannya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Paripurna II dengan agenda pembahasan materi, waktu dan jadwal acara sidang selanjutnya. Setelah penetapan materi, waktu dan jadwal, Pemerintah diberi kesempatan untuk menyampaikan Penjelasan Pemerintah atas 6 (enam) buah Ranperda Tahun 2016 di hadapan sidang paripurna dewan.

Penjelasan pemerintah atas Ranperda yang dibahas akan kami sajikan secara lengkap pada Berita Utama 2. Kami berpikir bahwa hal ini penting disajikan agar kita semua memahami apa sesungguhnya latar belakang dan titik pijak Pemerintah dalam mengajukan Ranperda-Ranperda yang ada guna dibahas dan ditetapkan oleh lembaga DPRD Kabupaten Ngada.

Setelah penyampaian Penjelasan Pemerintah, rangkaian agenda sidang dilanjutkan dengan pemahasan ranperda. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari penuh, yakni tanggal 04 – 06 Februari 2016. Lembaga dewan menyadari bahwa untuk semakin mempertajam pemahaman dan pengetahuan terhadap materi Ranperda yang diajukan oleh pemerintah, maka diperlukan studi tematik di beberapa daerah yang sudah menetapkan dan menerapkan Ranperda sejenis. Oleh karena itu, diagendakan juga kegiatan Studi Tematik atas Ranperda yang ada. Tempat yang dipilih adalah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang sudah memiliki Perda tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak dan sudah mempraktekannya. (Lihat Berita: Panja 2 Lakukan Studi Tematik di Kabupaten Kudus). Selain itu juga dilakukan Studi Tematik di Jakarta, pada Kementerian Hukum dan Ham terkait dengan Ranperda tentang Kopi Arabika Flores Bajawa Sebagai Kopi Spesialti.

Rangkaian pembahasan kemudian dilanjutkan dengan uji publik di semua kecamatan di wilayah Kabupaten Ngada. Kegiatan ini penting dilakukan agar lembaga dewan memperoleh masukan, saran dan usulan masyarakat terkait ranperda yang sedang dibahas. Kegiatan uji publik dilaksanakan selama 3 hari penuh. Hasil dari kegiatan uji publik selanjutnya dibahas bersama melalui pembahasan penyempurnaan atas ranperda yang ada. Hasil dari penyempurnaan ini kemudian dikonsultasikan ke tingkat propinsi guna mendapat koreksi perbaikan dan persetujuan atas ranperda yang diajukan. Selanjutnya hasil konsultasi di tingkat propinsi dibahas kembali dalam pembahasan penyempurnaan.

Setelah semua proses dan tahapan di atas selesai dilaksanakan, lembaga dewan akhirnya menyelenggarakan Rapat Paripurna IV DPRD Kabupaten Ngada dengan agedan Penetapan 6 (enam) buah Ranperda menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Tahun 2016 oleh Bupati Ngada, Marianus Sae. Enam buah Peraturan Daerah dimaksud adalah Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pencabutan atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Ngada Nomor 14 Tahnu 1987 tentang Pendirian dan Pengurusan Perusahaan Daerah Ngada Abdi; Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 2 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 5 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Ngada; Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa; Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pencabutan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 27 Tahun 2016 tentang Keuangan Desa; Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 5 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 3 Tahun tahun 2014 tentang Ketertiban Umum Dalam Wilayah Kabupaten Ngada; dan Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perlindungan Kopi arabika Flores Bajawa sebagai Produk Kopi Spesialti.***

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *