Bupati Ngada Paulus Soliwoa, menyampaikan hal tersebut, dalam kegiatan konferensi pers bersama Media, jelang pelaksanaan Festival Inerie. Konferensi Pers berlangsung di ruang rapat Bupati Ngada, Senin 24/06/2019.

Bupati Ngada, saat kegiatan Konferensi Pers, bersama Sekda Ngada serta Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Ngada.

Menurut Bupati Ngada, dalam konteks Pemda Ngada, Pariwisata menjadi bagian penting dari pembangunan Ngada.

“ Kita mulai dari potensi yang ada, di Ngada ada pertanian pada umumnya, juga peternakan, pengembangan perikanan dan juga ada pariwisata. Even ini sebagai ajang promosi, sehingga potensi pariwisata akan terkenal . Sebenarnya, kelemahan kita adalah promosi”, Kata Bupati Ngada.

Lanjutnya, Festival Inerie menjadi ajang promosi potensi Ngada. Ada keragaman budaya di Ngada dari tiga etnis yakni Bajawa, Soa dan etnis Riung. Ini menjadi tugas Pemda dan masyarakat menggali potensi itu serta mengenalkan pada dunia luar sebagai kekayaan wisata Ngada. Sebagai upaya promosi, Pemda saat ini tengah bangun kerja sama dengan MNC grup, untuk presentasikan potensi Ngada terutama kopi dan pariwisata. Gencar promosi ini dilakukan agar potensi wisata dan budaya Ngada, dikenal secara nasional dan Ngada ini disiapkan  sebagai kabupaten model , pertanian yang menunjang pariwisata.

Selain itu, diharapkan dampak dari Festival Inerie ini dapat berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat . Saat ini, ASN lingkup Pemkab Ngada sudah ada aturan berbusana daerah setiap hari rabu. Hal ini sebagai perwujudan dan penghargaan  pada budaya Ngada. Budaya melalui Busana Adat, masuk dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan. Upaya Pemda adalah  untuk mendorong potensi wisata dan budaya untuk terus berbenah, merangsang iklim usaha yang pasti bagi kelompok penenun di Ngada.

Bupati juga mengingatkan seluruh masyarakat, mendukung Festival Inerie dengan menjaga kebersihan, baik di lokasi Festival, lokasi objek wisata maupun lingkungan sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Ngada  Theodosius Yosefus Nono, mengharapkan semua pihak termasuk panitia kerja, untuk bisa menyiapkan Festival ini secara baik. Pada prinsipnya, Pemerintah siap mendukung.  Dan diharapakn juga bantuan media, baik cetak, Radio dan Televisi, untuk menjadikan kegiatan ini dikenal dunia, melalui promosi berita dan informasi.

Sekda Ngada, sampaikan dukungan penuh Pemerintah untuk Festival Inerie.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ngada, Methodius Reo Maghi kepada Media menambahkan, Kegiatan Festival Inerie merupakan hasil kerja sama Pemkab Ngada dengan Dirjen Kebudayaan  Kementrian Pariwisata RI, untuk memajukan budaya nasional termasuk di Ngada. Festival ini juga merupakan momentum untuk mengangkat dan mengenalkan alam dan budaya Ngada. Festival Inerie akan digelar tanggal 2 sampai 10 Juli 2019. Dengan rangkaian kegiatan yakni  tanggal 2 – 6 Juli Workshop Tenun Ikat, 4 – 6 juli workshop Musik Bambu, Tanggal 5 Juli Bedah Buku, Tanggal 6 Juli Dialog Budaya dan Dialog Seni dan Pertunjukan Daerah, 7 – 9 Juli Pameran Tenun Ikat, 8 juli Karnaval Budaya dan Temu kopi, hingga tanggal 9 – 10 juli 2019 Ka Sa’o di Tololela . Rangkaian kegiatan Festival Inerie ini, akan melibatkan pelajar, ASN, pekerja Seni, kelompok dan sanggar seni serta masyarakat Kabupaten Ngada.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada