Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata, Juli mendatang akan menggelar festival Budaya Akbar yang bertajuk “Festival Inerie”. Festival Inerie ini adalah sebuah Festival budaya Nasional yang di didukung pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Dirjen Kebudayaan, melalui platform
Indonesiana, dengan mengangkat semua Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), yang tertuang di dalam PPKAD (Pokok- Pok\nok Pikiran kebudayaan Daerah Kabupaten Ngada).

Kepala Dinas Pariwisata Ngada, Todis Reo Maghi, pada rapat persiapan Festival Inerie, belum lama ini mengatakan bahwa, Kabupaten Ngada ditetapkan menjadi Daerah penyelenggara Festival Budaya yang masuk dalam platform Indonesiana. Festival Inerie dijadwalkan berlangsung 9 hari, dari tanggal 2 hingga 10 Juli 2019. Pelaksanaan kegiatannya tidak terpusat di Bajawa saja, namun beberapa wilayah adat seperti Tololela dan Wogo.

Kadis Pariwisata Ngada, Todis Reo Maghi, saat memimpin rapat persiapan Festival Inerie.

Dijelaskan, Masyarakat pemilik kebudayaan di harapkan menjadi ujung tombak untuk melestarikan kebudayaannya sendiri, dengan bekerjasama membangun tata kelola pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan yang lebih bersinergi bersama semua elemen pengelola budaya mulai dari
pemerintah pusat sampai di daerah, sehingga potensi budaya yang dimiliki komunitas budaya lebih mempunyai kekuatan, warna tersendiri serta memberikan kontribusi yang lebih kepada
masyarakat sebagai pengelola utama budayanya.

Festival Inerie akan di laksanakan di Kabupaten Ngada pada Bulan Juli 2019. Pelaksanaan, persiapan, pemilihan tim kerja saat ini sedang digodok untuk memulai persiapan dan tahapan pengerjaan.

Kepala Seksi Kebudayaan pada Dinas Pariwisata Ngada, Asri Moi menambahkan, Pemilihan nama Festival Inerie di dasari dengan beberapa pandangan atau filosofi orang Ngada tentang Inerie,Inerie adalah satu satunya gunung api aktif yang ada di Kabupaten Ngada dengan ketinggian gunung 2245 m.dpl, berdiri megah dan memberikan kesan keagungan. Orang Ngada meyakini bahwa Inerie adalah seorang ibu yang penuh kasih, penuh keteduhan dan sebuah simbol kekuatan, motivasi untuk mencapai kesuksesan. Dalam pepatah adat setempat terungkap” Sadho Inerie, Leba Suru Laki “, untuk itu menjadi dasar terpilihnya Inerie menjadi Nama festival di Ngada.

Kasie Kebudayaan, Asri Moi, bersama Kadis pariwisata dan Tim Indonesiana.

Festival Inerie akan menampilkan Kegiatan Indonesiana yaitu Ritus, Upacara Ka Sa’o di Kampung Tololela Desa Manubhara. Gelar Musik bambu di kampung Wogo Desa Ratogesa dan Festival Tenun ikat berupa workshop dan pameran tenun ikat di Bajawa.

Sementara acara pendukung Festival ini adalah Karnaval budaya, Pagelaran Musik Rakyat dan Tari, Dialog Budaya dan Bedah buku serta Temu Kopi Bajawa.

Saat ini Tim Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada tengah berkoordinasi dan melibatkan Komunitas seni budaya,Komunitas musik,Komunitas Muda dan pelajar yang ada di Bajawa, untuk menjadi bagian Tim kerja Festival Inerie.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *