Pemerintah Kabupaten Ngada dibawah kepemimpinan Bupati Paulus Soliwoa melalui Kepala Bagian Admas Setda Ngada Marthinus P. Langa, SE (18/Maret/2020) menghimbau masyarakat Kabupaten Ngada untuk tetap waspada terhadap bahaya penyebaran Virus Corona yang saat ini tengah menjadi wabah di hampir seluruh dunia. Selain virus Corona, Pemda juga mengingatkan kepada warga Ngada guna mengantisipasi Demam Babi Afrika dan Demam Berdarah yang saat ini sedang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Peringatan ini disampaikan oleh Bupati Ngada dalam beberapa himbauan diantaranya Saat ini, di seluruh dunia tengah dihadapi oleh sebuah masalah kesehatan yakni merebaknya Virus Corona. Bahkan, virus ini telah masuk ke negara kita di Indonesia dengan ditemukannya beberapa warga Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona.

Untuk itu, terhadap hal ini, masyarakat Ngada dihimbau agar tetap tenang dan tidak panik terhadap situasi ini. Bupati mengajak semua masyarakat Ngada untuk bersama-sama mencegah bahaya Virus ini dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dan segala upaya penanganan Virus Corona ini tentu akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten tentunya.

Hal lainnya yakni disaat yang sama juga di wilayah NTT, tengah dihadapi oleh sebuah virus yang menyerang ternak babi milik masyarakat yang dikenal dengan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Terhadap hal ini, Pemerintah NTT telah menetapkan status siaga satu virus demam babi Afrika. 

Sejauh ini ada beberapa Kabupaten di wilayah NTT yang terserang virus ASF. Untuk itu, langkah antisipasi yang dapat kita lakukan adalah melarang sementara babi untuk masuk dan keluar wilayah kita, termasuk produk-produk makanan dari luar yang mengandung daging babi. Kita juga dapat mengantisipasi dengan melakukan pembersihan kadang-kandang babi kita dengan disinfektan, sehingga tidak mudah terserang virus ini. Langkah antisipasi harus kita lakukan bersama, karena hingga saat ini Virus ASF belum ada vaksinnya.

Saat ini juga di Flores khususnya, sedang merebaknya kasus demam berdarah. Di Kabupaten Sikka telah terjadi kasus demam berdarah bahkan telah menelan korban jiwa akibat penyakit ini. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap bahaya demam berdarah dengan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Hingga berita ini diturunkan, NTT masih berstatus belum ada kasus warga NTT positif Covid-19 Virus Corona.

Sebelumnya, dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, melarang seluruh ASN pada lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk bertugas keluar daerah, mulai tanggal 15 Maret 2020 hingga batas pencabutan larangan.

Langkah lainnya juga dilakukan Pemprov NTT dengan melakukan penutupan gerbang perbatasan Negara Timor Leste – Indonesia di PLBN Motaain, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid – 19 di NTT.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada