Flores CREATED dengan dukungan Uni Eropa dan Yayasan Ekowisata Indonesia ( Indecon ), yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngada, menggelar kegiatan Temu Pelaku Usaha dan Jaringan Ekowisota Indonesia (TJEI 2019) serta Meet TANIPA. Kegiatan ini digelar di Hotel Edelweis, 25 April 2019, diikuti para pelaku pengelola Desa wisata, Tour Operator, NGO, Akademisi, Kelompok TANIPA dan Media. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ary Suhandi dari Indecon, Sugeng Handoko Pengelola Desa Wisata Nglanggeran dan Prachyakorn Chaiyakot dari Thai Responsible Tourism Association.

Sugeng Handoko, pengelola Desa Wisata.

 

Prachyakorn Chaiyakot, dari Thai Responsible Tourism Association.

 

Ary Suhandi, dari Indecon.

TJEI adalah even tahunan, untuk berbagi ilmu dan informasi tentang produk dan pasar pariwisata. Sementara Meet TANIPA Makers adalah pameran untuk memperkenalkan produk produk yang dikembangkon oleh masyarakat di Flores. Kedua acara ini dilaksanakan selama 4 hari, di desa-desa wisata, di sekitar kawasan Inerie.

Proyek CREATED telah membantu masyarakat lokal dan usaha masyarakat kecil menengah, untuk
menghasilkan beragam produk berkualitas, yang menggunakan bahan-bahan lokal dari Flores. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk secara kreatif menciptakan nilai tambah bagi produk karya masyarakat lokal, juga merevitalisasi budaya dan kearifan lokal; tetapi lebih lanjut lagi mengembangkan kewirausahaan dan etos bisnis dari masyarakat.

Temu Pelaku Usaha dan Jaringan Ekowisata Indonesia adalah even tahunan, untuk berbagi ilmu
informasi tentang produk dan pasar ekowisata. TJEI 2019 dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari Thailand, Jakarta, Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Sumba dan Flores sendiri. Para peserta mewakili berbagai elemen, termasuk akademisi, 14 biro perjalawan wisata, lebih dari 25 kelompok usaha berbasis masyarakat, Pemerintah desa, Pemda setempat, Pemerintah Provinsi serta Badan otoritas Pariwisata Labuan Bajo.

Agenda lain yakni ajang Meet TANIPA Makers bertujuan untuk mempromosikan berbagai
produk masyarakat, dari kerajinan tangan tradisional, yang awalnya tergerus oleh mesin dan bahan sintetis, kini diproduksi dan dikemas ulang menjadi ragam cinderamata unik, Produk olahan pangan dari bahan lokal Flores, serta ragam fasilitas dan paket wisata desa yang unik dan otentik.

Sugeng, salah satu pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini, adalah salah satu pengelola kawasan cagar alam Gunung Api Purba di Yogyakarta, yang berhasil dikelola menjadi destinasi ekowisata populer di Jogja. Sugeng mendapat pengakuan dan penghargaan Dunia Internasional, karena mengembalikan alam yang tandus dan kering, kembali subur dengan bermitra dengan masyarakat setempat.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Ngada telah meresmikan salah satu daya tarik wisata terbarunya, yaitu Bukit Watunariwowo di desa Beja, Kecamatan Bajawa. Diharapkan, kegiatan dan sharing pengalaman ini, dapat memberikan pengayaan pada pengelolaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat serta konservasi lokasi wisata alam yang telah ada, sehingga meningkatkan daya saing pariwisata Ngada – Flores di tingkat dunia, dengan tetap melakukan edukasi pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya lokal setempat.

Sementara itu, saat ini Ngada tercatat sebagai destinasi dengan lama tinggal tertinggi di Flores, sehingga peluang meraup pendapatan dari
pariwisata, semakin terbuka.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *