Wahana Visi Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A ) Ngada gelar Workshop ” Mewujudkan Desa Layak Anak”. Kegiatan ini berlangsung di aula Biara Sang Timur – Bejo, Rabu 20 Nopember 2019 yang dihadiri perangkat Desa se-Kabupaten Ngada, Tokoh agama, KPM dan undangan lainnya.

Salah satu langkah perwujudan Desa Layak Anak secara khusus di Kabupaten Ngada, dilakukan dengan pendampingan terhadap PAUD untuk mendukung pencapaian kesejahteraan anak dengan melakukan rangkaian pelatihan bagi tutor PAUD.

Fasilitator Workshop dari BPMDP3A dan Wahana Visi Indonesia

Tujuannya adalah agar tutor PAUD mempunyai kapasitas
untuk menjalankan perannya dalam mendorong tercapainya tumbuh kembang anak usia dini secara maksimal.
Untuk mencapai tumbuh kembang anak secara maksimal, dibutuhkan peran dari semua pihak yang berada di lingkungan anak seperti Orang tua, Pemerintah Desa dan Tokoh Agama.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pelatihan berjudul “Open Mind” bagi pemerintah desa dan tokoh agama.
Selain itu, untuk mendukung terwujudnya Ngada Menuju Kabupaten Layak Anak, WVI melalui fasilitator dari AP NADA juga akan meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan tokoh agama dalam beberapa hal, sehingga pemerintah desa bisa mewujudkan Desa Layak Anak di desa masing-masing.

Kegiatan Pelatihan “Open Mind” dengan fasilitator ibu Wresni , juga menghadirkan narasumber lainnya yakni Sosialisasi Desa Layak Anak dan Hak Anak oleh Kadis DPMDP3A Yohanes Watu Ngebu, Sosialisasi PDC Bu Winda fasilitator lokai POC, Sosialiasi Akta Lahir oleh Kabid Dukcapi, Kabid DP3A tentang Sosialisasi Desa Layak Anak.

Kadis PMDP3A Ngada Yohaes Watu Ngebu mengatakan bahwa cita-cita Ngada menjadi Kabupaten layak anak berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia, dilakukan pada Desa yang memiliki komitmen untuk memenuhi hak-hak anak secara berkelanjutan, baik hak perlindungan, Kesehatan maupun pendidikan.

Tahapan Pembentukan Desa Layak Anak dimulai dari Persiapan, Perencanaan dan Pelaksanaan.

Kadis BPMDP3A Ngada saat membawakan materi Menuju Desa Layak Anak

“Ada pertanyaan mengapa Desa Layak Anak perlu dibentuk? Tentu saja karena banyak hak anak yang terabaikan dan kasusu penelantaran anak terjadi di Desa dan wilayah kita tinggal. Yang punya peran melindungi dan memenuhi hak anak adalah kita, sebagai pemerintah, sebagai aparat Desa,” tegas Kadis PMDP3A Ngada

Saat ini telah terbentuk 5 Desa Layak Anak di Ngada melalui Peraturan desa , yang tersebar di 5 Kecamatan. Desa Layak Anak tersebut yakni Desa Watukapu, Kezewea, Dariwali satu, Nginamanu dan Waeia. Sementara 10 desa lainnya masih dalam tahapan persiapan dan sosialisasi menuju Desa Layak Anak.

Peserta Workshop dari utusan Desa

Hak anak yang terakomodir dalam Perdes Desa Layak Anak mangakomodir kebutuhan anak di Desa tersebut seperti Hak mendapatkan legalitas Akte Kelahiran, Kesehatan Dasar, Hak Pendidikan atas taman baca dan ruang bermain, Hak mendapatkan pengasuhan alternatif bagi anak yang ditelantarkan orang tua kandung serta hak-hak anak lainnya yang bisa diketahui oleh Pemdes setempat.

BPMDP3A Ngada akan terus berupaya memperjuangkan pemenuhan seluruh hak anak melalui pembentukan Desa Layak Anak di Ngada, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas SDM dan pengurangan angka kekerasan terhadap anak.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada