Ngada

KASUS DBD DI NGADA MENINGKAT, SATU ORANG MENINGGAL, MASYARAKAT DIMINTA KETAT TERAPKAN 3M

Bagikan

Jumlah Kasus Demam Berdarah Dangue di Kabupaten Ngada sejak awal bulan Januari 2022, mengalami peningkatan dengan total 18 kasus, 9 kasus terkonfirmasi positiv DBD dan 9 Suspek DBD dan satu diantara pasien positiv DBD meninggal dunia ( pasien anak dari Kecamatan Soa ).

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit, Hildegunda M.Wua Cleophas yang didampingi Sekertaris Dinas Kesehatan, Jack Mawo menyampaikan bahwa penyebaran kasus DBD terkini terjadi di wilayah Kecamatan Bajawa 4 orang, Kecamatan Soa 2 orang ( 1 orang positiv DBD dan 1 orang suspek DBD), Kecamatan Riung Barat 2 orang dan Kecamatan Riung 8 orang suspek DBD.

Menurut Hildegunda, Dinas kesehatan terus berkoordinasi dengan 20 puskesmas seluruh Ngada untuk terus mengedukasi masyarakat dalam pelaksanaan 3M agar meminimalisir penyebaran DBD, terutama di masa pancaroba ini. Selain itu, Dinas Kesehatan terus mengaktifkan Tim Survey Jentik Namuk, melakukan foging, Pemberantasan Sarang Nyamuk dan penyebaran Abate.Tenaga kesehatan dikerahkan untuk terus mengupdate informasi terbaru seputar DBD maupun Covid dan kejadian kesehatan lainnya, sehingga cepat direspon Dinas Kesehatan.

Namun untuk foging, Hildegunda menegaskan bahwa foging dilakukan jika ada indikasi pertumbuhan nyamuk dewasa dan sesuai rujukan Tim survey jentik nyamuk. Dinas Kesehatan saat informasi ini diturunkan, telah menurunkan tim foging di wilayah Masu dan Bogoboa Kecamatan Soa.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan Jack Mawo mengingatkan kepada masyarakat Ngada untuk selalu ketat menerapakan 3 M yakni Menguras Tempat Penampungan Air, Menutup Tempat Penampungan Air dan Mengubur Barang Bekas.

“Meskipun ada foging atau pemberian Abate, tetap yang paling penting 3M. Foging hanya untuk bunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya tetap hidup, bahkan bisa hidup di baju yang digantung selama satu tahun. Nyamuk ini tinggalnya ditempat yang bersih,tidak sentuh tanah,makanya pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan itu yang paling penting”, tegas Jack Mawo.

Ditambahkan, pencegahan DBD ini menjadi upaya bersama dan Bupati sudah menginstruksikan untuk menggiatkan kembali program “Jumad Bersih” di wilayah masing – masing.

Don`t copy text!