Dalam rangka peningkatan kualitas dan pemberdayaan masyarakat lokal, Pemerintah Kelurahan Faobata menyelenggarakan kegiatan pelatihan ketrampilan “ Tata Rias “ bagi para ibu dan remaja putri, yang tersebar di 12 RT se-wilayah Kelurahan Faobata. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti pelatihan yang digelar selam tiga hari, sejak 26 hingga 28 Agustus 2019, di aula kantor Kelurahan Faobata. Untuk Instruktur pelatihan, panitia mendatangkan Mervin Octaviana dari “Jelita Salon”, yang memiliki sertifikasi instruktur tata rias dan memiliki kompetensi mumpuni di bidang tersebut.

Dalam sambutan panitia yang disampaikan oleh Yoppy Sowo mengatakan bahwa, tata rias wajah bukan merupakan hal baru, namun sejak ribuan tahun lalu sudah dikenal dan diterapkan, dan setiap bangsa memiliki standarnya masing – masing. Penata rias saat ini menjadi sebuah peluang kerja yang cukup menjanjikan, mengingat perkembangan industri jasa tata rias mengalami kemajuan yang pesat. Kemampuan dan ketrampilan yang harus dimiliki penata rias modern, diperoleh dari bekal pengetahuan dan pelatihan.

Pelatihan tata rias ini digelar dengan maksud agar peserta dapat memperoleh pengetahuan tentang konsep dasar tata rias wajah modern, bentuk wajah dan jenis kulit, pengetahuan alat kosmetik dan rias wajah pengantin modern. Peserta juga diharapkan menguasai ilmu pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang profesional dan terencana. Selain itu, yang juga penting adalah peserta memiliki wawasan dan motivasi untuk memulai usaha “ salon kecantikan”, sebagai upaya membuka lapangan kerja baru. Beberapa materi yang akan diterima peserta pelatihan yakni Kebijakan pembinaan UKM “ tata rias “ di Kelurahan, Tata Rias Wajah, Materi Tata Kecantikan Rambut serta Sanggul.

Camat Bajawa yang diwakili oleh Kasie PMD Emanuel Gori saat membuak kegiatan tersebut mengatakan bahwa, Kelurahan Faobata menjadi kelurahan pertama yang melakukan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat di Kecamatan Bajawa. Ini menjadi prestasi baik yang patut dicontoh oleh Kelurahan lainnya. Melalui pelatihan tata rias ini, diharapkan para ibu dan remaja putri memiliki kemampuan dasar tata rias dan menjadi profesi yang berdampak ekonomi.

“ Jaman sekarang, memasuki musim pesta atau sambut baru, pasti salon penuh sesak dan antri dari jam empat pagi. Kalau sudah ada pelatihan seperti ini, masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan tenaga tata rias yang terlatih. Selain masyarakat terbantu, juga ada penghasilan tambahan untuk para perias. Ini sekarang tata rias jadi bisnis dan ladang ekonomi yang menjanjikan, maka pelajari dan geluti secara serius serta profesional”, kata Eman Gori.

Sementara itu Lurah Faobata, Ivan Milo, mengharapkan kepada peserta pelatihan, agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin dan mengikutinya hingga tuntas, karena akan berdampak sangat baik sebagai bekal ketrampilan dan peluang usaha. Selain itu, Lurah Faobata juga mengharapkan partisipasi lebih aktif dari para wanita di Kelurahan Faobata, dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan.

“ Dengan adanya dana di Kelurahan, jika mama – mama ada ide atau usulan, harus sampaikan dan kawal hingga Musrenbang kelurahan. Peran perempuan itu penting, jangan hanya bapak-bapak yang bersuara soal pembangunan fisik, karena biasanya suara tentang pemberdayaan, lahir dari usulan dan ide para mama”, tegas Lurah Faobata.

Lurah Faobata mengharapkan para ibu untuk lebih memaknai aspirasi sesamanya. Dalam ranah pembangunan, perempuan diharapkan hadir sebagai pioner, inspirasi dan penyalur aspirasi perempuan lainnya di Kelurahan Faobata.

Informasi yang diterima dari Sekertaris Lurah Faobata, Romanus Wake, untuk Tahun 2019 ini, dari anggaran kelurahan sebesar 568 juta rupiah lebih, dibagi untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat. Pembangunan Fisik berupa pembangunan Rabat Beton di RT 10 Faonunu, Saluran dan Rabat Beton di RT 09, Drainase dan Plat Deker di RT 06, Pembangunan TPT Pelebaran Jalan dan Lapen di RT 03 Boroga, Pembersihan Damija di 12 RT, Pembangunan Plat Deker dan TPT di RT 01 Ogi, Pos Kamling Kelurahan, Penataan Jalan Masuk Kawasan Ogi, serta Pembangunan Bak Sampah Portabel. Untuk kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, selain Pelatihan Tata Rias, juga akan digelar pelatihan untuk Lembaga Pemangku Adata, Pelatihan PKK dan Kader Posyandu, Pelatihan UMKM, Pelatihan LPMK dan Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita di 3 lokasi Posyandu. Keseluruhan program kegiatan ini berdasarkan usulan masyarakat bersama LPMK pada Musyawarah Kelurahan yang telah digelar 17 Mei 2019 lalu. Untuk proses pengerjaanya dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat Faobata sendiri atau bersifat swakelola.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada