Menindaklanjuti pengaduan saudari Maria Kristina Bupu terhadap kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(PLTP)Mataloko,Komnas Ham mendatangi PEMDA Ngada untuk melakukan pembahasan hal-hal yang di laporkan antara lain kualitas udara dan air,kerusakan atap rumah warga,kerusakan lahan warga, dan pengaduan dugaan gangguan ISPA dan kulit yang merujuk pada aspek kesehatan.

Penjabat Setda Ngada, Hironimus Reba Watu sedang memimpin pertemuan.

Penjabat Sekda Ngada, Hironimus Reba watu menanggapi hal yang diadukan tersebut yang disampaikan oleh Gatot Ristanto selaku karo Dukungan Penegakkan HAM pada Komnas HAM Republik Indonesia bahwa, DLH Kabupaten Ngada telah melakukan pemantauan kualitas udara dan kualitas air terhadap kegiatan PLTP Mataloko sejak tahun 2008, dan hasil pemantauan menunjukkan bahwa hasil pemantauan dibawah baku mutu. Untuk pengaduan dugaan kerusakan atap rumah warga dalam radius 0-2 km, PT PLN (Persero) telah membagikan atap/seng kepada masyarakat sebanyak 19.647 lembar dab PT PLN(Persero) segera memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat pencetak genteng dan pelatihan pembuatan genteng. Terhadap pengaduan dugaan terjadinya kerusakan lahan warga seluas kurang lebih 60 Ha, PT PLN (Persero) telah melakukan pembebasan lahan seluas 5 Ha sesuai hasil identifikasi PT PLN (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten berakhir Ngada. Terhadap sisa lahan seluas 55 Ha maka perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Ngada dan PT PLN (Persero). Sedangkan untuk pengaduan terhadap dugaan ISPA dan kulit,penurunan hasil pertanian dan perkebunan,masalah pendidikan,penurunan gizi keluarga dan kenyamanan hidup masyarakat serta kerusakan aset budaya,Pemerintah Kabupaten Ngada bersama dengan PT PLN (Persero) akan melakukan kajian secara komprehensif dan menyampaikan laporan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan paling lambat tanggal 30 Juni 2019.

Peserta pertemuan sedang mendengarjan penjelasan dari Penjabat Setda Ngada.

Pertemuan yang dilakukan pada hari selasa,21 Mei 2019 bertempat di ruang asisten II di hadiri oleh 4 orang perwakilan dari Komnas HAM RI,Penjabat Sekda Ngada,2 perwakilan dari PLN Ranting Bajawa dan Manager Ulpl Mataloko,Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada,Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngada,dan beberapa Pimpinan dari dinas terkait.

Foto bersama Komnas HAM RI setelah pertemuan berakhir.

Setelah pertemuan selesai Komnas HAM RI,langsung menuju ke lokasi untuk melihat langsung kegiatan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)Mataloko.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada