Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Br-Farm Mengeruda melakukan panen perdana Bawang merah organik.

Panen perdana Bawang merah itu dilakukan di kebun Wae Wutu Desa Mengeruda Kecamatan Soa Kabupaten Ngada, Kamis (14/11/2019).

Panen perdana Bawang merah itu dihadiri oleh Ketua Brfarm Mengeruda, Henry C.Roga, perwakilan CV Suluh Lingkungan Consultan-Aqysta, Adrianus Lagur, perwakilan dari Dinas Pertanian Ngada, PPL dari Dinas Pertanian Ngada, dua orang suster dan sejumlah warga masyarakat.

BR-Farm dan PPL mengeruda saat panen bawang merah

Luas lahan di Wae Wutu yang dikelolah oleh Brfarm Mengeruda sekitar 3 hektar lebih dan panen Bawang merah yang dibudidaya oleh Brfarm menghasilkan ubinam 12.8 ton per hektar.

Consultan CV Suluh Lingkungan , Adrianus Lagur, mengatakan, lahan yang dikelola oleh Brfarm menggunakan pupuk organik yang merupakan kotoran hewan dan juga pupuk cair POC 3G.

“Hasil panen hari ini berdasarkan hasil ubinan yaitu 12.8 ton perhektar,” ungkap pria yang akrab disapa Adi ini.

Adi mengatakan teknologi yang digunakan yaitu Pompa Barsha kerjasama dengan CV Suluh Lingkungan, Consultasn Aqista yang merupakan perusahaan pembuat Pompa Barsha sekaligus ahli Pompa Barsha di Indonesia, juga bekerjasama dengan Yayasan Komunitas Radio Mex FM Waingapu yang menjadi penyedia bibit Bawang merah jenis Lokananta.

Penggunaan Pompa Barsha sangat rama lingkungan dan juga tidak menggunakan bahan bakar.

Adi juga menjelaskan pompa Barsha yang dipasang di sungai Wae Wutu ini, digunakan oleh kelompok anak muda yang tergabung dalam SKM Brfarm dengan Henry sebagai inisiatornya dengan sistem easi pay (enabling accses to suistainable irrigation).

Dalam aplikasinya, para anak muda atau kelompok ini akan memakai pompa Barsha selama mereka mau menanam. Kepemilikan sistem atau pompa ini adalah milik yayasan dan ditawarkan ke komunitas petani.

Pihak yayasan bertanggung jawab secara teknis, memasang dan merawat serta memastikan air dari sungai dapat mengalir sampai ke lahan petani.

Petani dapat menanam sebanyak mungkin, dan sebagian dari hasil panennya digunakan untuk membayar sistem ini. Konsep ini sudah ditularkan di pulau Sumba sebelumnya.

Sementara Penyuluh dari Dinas Pertanian Ngada, Emanuel Wesa, mengatakan panen Bawang merah baru perdana dilakukan oleh Brfarm Mengeruda.

“Hasil ubinan hari ini ada 12.8 ton per hektar menggunakan pupuk organik, atau pupuk POC cari 3G.
Saya pikir peluang usaha kita mengelola lahan ini. Mungkin kita kolaborasi dengan Bawang Putih,” ungkapnya.

Ia berharap tahun depan bisa mengolah lahan yang lebih luas lagi dan bisa menanam Bawang merah dan Putih.

Ia mengatakan untuk Kecamatan Soa sedang diupayakan untuk mengurangi penggunaan pupuk peptisida. Petani dan warga didorong untuk menggunakan pupuk organik karena sangat ramah lingkungan.

Sementara Ketua KSM Brfarm Mengeruda, Henry C. Roga, mengatakan, total lahan Kebun Desa Mengeruda ada 3 hektar lebih namun yang di kelolah hanya 30 area saja.

Henry mengaku bangga dan senang karena hasil jerih payah dirinya bersama dua orang temannya membuahkan hasil. Henry mengatakan semuanya butuh proses dan lahan yang dikelolah ditanam jenis pangan Hortikultura saja.

Hasil Panen Perdana Bawang merah yang menggunakan pupil Organik.

Tahun yang akan datang dirinya bertekad selain ditanam hortikultura juga seluruh lahan seluas 3 hektar lebih itu dan ditanami jagung.

Lahan yang dikelolah saat ini ditanam Bawang merah, sayur-sayuran, tomat, wortel dan lainnya.

Ia mengaku panen Bawang merah baru perdana dilakukan sedangkan jenis tamanan hortikulturan lainnya selama ini sudah dilakukan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis Wale Bai, menjelaskan, memang biayanya itu sangat besar. Namun bisa didatangkan di Desa Mengeruda.

Ia mengapresiasi kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brfarm Mengeruda yang dipimpin oleh Henry Roga karena bisa berani untuk mengambil peluang ini.

Semoga ini menjadi virus untuk desa-desa lain di Ngada demi pertanian yang lebih maju dan ramah lingkungan.

Ia mendorong agar masyarakat bisa menggunakan teknologi ini. Karena ini merupakan peluang usaha yang sangat baik.

“Kedepan memang kita berbagai sistem di penganggaran. Memang Pompa Barsha hanya bisa dipasang di daerah aliran sungai,” ujarnya.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada