Proses distribusi logistik dari PPK ke PPS Faobata, di Kantor Lurah Faobata, dilakukan dalam kondisi gelap,disebabkan pemadaman listrik sejak dari pukul 18.30 WITA.

Logistik pemilu diturunkan dalam kondisi mati lampu.

Disaksikan Media ini, logistik di PPS Faobata diturunkan dari Truck pengangkut sekitar pukul 19.00 WITA. Ketua PPS Faobata beserta anggota, staf Lurah dan Linmas dan pihak Kepolisian, membantu penerangan saat penerimaan logistik, dengan menggunakan cahaya HP serta lilin. Kondisi ini cukup menyulitkan untuk melakukan pengecekan dan penghitungan kotak serta logistik lainnya. Dari hasil pengecekan oleh PPS dan Pengawas, ditemukan 4 kotak suara yang segelnya rusak. Selanjutnya dilaporkan dan dibuat dalam Berita Acara.

Situasi pengaturan logistik di Aula Kelurahan Faobata, dalam kondisi kurang penerangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala PLN Bajawa Vinsensius Rambo saat dikonfirmasi mengatakan pemadaman terpaksa dilakukan meskipun pada hari pencoblosan. Hal ini disebabkan terjadi kerusakan pada satu unit mesin, yang menyebabkan pasokan listrik terbatas. PLN Bajawa juga telah mengumumkan jadwal pemadaman hingga 3 hari kedepan.

Sementara itu, Jubir KPUD Ngada Wiess Raubata yang dikonfirmasi Media ini lewat pesan Whatsup, mengharapkan untuk pencoblosan besok,Rabu 17 April 2019, KPPS diharapkan untuk menyiapkan penerangan tambahan berupa genset, guna antisipasi pemadaman bergilir saat pencoblosan hingga penghitungan suara.

Hingga berita ini diturunkan, pemadaman listrik masih terjadi, dan proses pengecekan logistik oleh PPS dan Panwas lapangan dilakukan dengan penerangan seadanya.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *