Youth Day selalu terjadi setiap tahun di setiap paroki di kevikepan Bajawa Keuskupan Agung Ende. Sama seperti yang terjadi hari hari ini di paroki Santo Paulus yang berada di wilayah kecamatan Jerebuu ini.
Sejak 03-06 September,seluruh orang muda Katolik dari 10 Stasi berkumpul dan tinggal bersama di kampung tradisional Bena. Orang Muda dengan jumlah 300an orang ini tinggal dengan keluarga di setiap sao yang ada di kampung ini.

Perlomba bola voli Putra.

Ketua OMK Paroki Santo Paulus Jerebuu Wilfridus Kumi mengatakan kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan untuk mempertemukan seluruh orang muda yang selama ini tinggal di tempat yang saling berjauhan. Ajang ini juga di isi dengan berbagai perlombaan dan diskusi serta berbagi bersama tentang hal hal yang bersentuhan langsung dengan dunia orang muda.
Kegiatan youth day ini merupakan sarana untuk mempertemukan kembali orang muda katolik diseluruh Paroki Jerebuu agar bisa diskusi dan berbagi bersama setiap hal. Disamping itu juga ada beberapa jenis perlombaan diantaranya Voli putra putri, tarian jai kreasi, mendaraskan Mazmur, juga foto selfi, sedangkan materi diskusinya diantaranya tentang Kesehatan Reproduksi, Wirausaha dan Dunia Pariwisata,” kata Elfrid demikian dia biasa disapa.

Diskusi kesehatan reproduksi, wirausaha dan dunia pariwisata.

Sementara itu, untuk jenis perlombaan foto selfi itu sendiri memang sangat baru bagi orang muda di wilayah Kecamatan Jerebuu. Tema lomba selfi kali ini yakni ” Akulah Pelayan Allah”. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari bentuk dukungan terhadap orang muda yang juga merupakan pengguna media sosial agar bisa menjadi pengguna media sosial yang positif.
” Lomba foto selfi ini merupakan bentuk dukungan untuk orang muda yang juga adalah pengguna media sosial sehingga dalam moment youth day ini foto foto yang akan disebarkan melalui media sosial minimal bisa mewartakan kabar gembira bagi orang lain”, kata Efrid yang juga merupakan guru agama Katolik SDK Gurusina ini dengan semangat.

Kegiatan diskusi.

Selain itu, ketua panitia lokal Fransiskus Timu juga mengatakan pihaknya sebagai tuan rumah merasa bangga dikunjungi oleh ratusan orang muda dari berbagai stasi. Hal ini sangat membantu menambah wawasan sebagai tuan rumah dalam hal melayani juga selama bersama mereka. Dari sekian banyak proses yang dialami selama kurang lebih empat hari ini tentu setiap peserta menemukan dirinya secara berbeda beda. Meskipun dalam banyak kekurangan, kami bersama umat stasi dan orang muda disini memberikan yang terbaik dari yang kami miliki.
Dalam hal perlombaan,lebih khusus lomba Selfi ini pihaknya sangat mengapresiasi karena ini merupakan hal yang baru dan tentu akan ada perubahan kearah yang lebih baik sebagai orang muda pengguna media sosial.
Fanci mengatakan bahwa menurut mereka lomba ini punya nilai positif karena Jerebuu memiliki banyak potensi wisata yang menarik dan hal menarik ini bisa dipromosikan melalui media sosial, salah satunya dengan cara foto selfi. Foto selfi yang menarik itulah yang akan mendorong orang untuk datang melihat lebih dekat.

Sementara itu, salah satu peserta Ertus Jaja mengatakan sangat senang dengan lomba ini, karena ini melatih dirinya untuk menggunakan handphone dengan lebih baik.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada