Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, akan menyelenggarakan kegiatan Festival Budaya  dan permainan rakyat di Riung bertajuk “Festival Riung”

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Methodius Reo Maghi, mengatakan bahwa kegiatan Festival Riung tersebut, akan digelar pada 29 dan 30 Oktober 2019 mendatang.

Todis Reo menjelaskan latar belakang digelarnya Festival Riung dan Festival permainan rakyat adalah sebuah festival rakyat yang didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kadis Pariwisata Nada, Todis Reo Maghi

“Ini untuk mengangkat semua potensi budaya dan sumber
pariwisata yang ada di daerah Riung, untuk lebih bermanfaat dalam aspek pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan,” ungkap Todis, Jumat (25/10/2019).

Menurutnya , sumber daya manusia dalam mengelola semua potensi yang ada perlu dilakukan beberapa pendekatan seperti pelatihan, sosialisasi juga dibuatkan sebuah ruang untuk menciptakan daya kreatiftas. Masyarakat pemilik obyek perlu diperhatikan untuk lebih menghargai dan mengangkat aset-aset yang dimilikinya, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Event atau Festival.

Rangkaian Acara Festival Riung

Ia berharap agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan aman dan lancar hingga usai. Pihaknya sedang menyiapkan segala sesuatunya hingga pelaksanaan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan pada Festival Riung nanti adalah tanggal 29 Oktober digelar kegiatan karnaval budaya Riung, Kuliner dan pameran tenun ikat Riung, Atraksi bersampan, Pagelaran seni budaya dan Mbeling.

Untuk tanggal 30 Oktober akan dilaksanakan Permainan rakyat, Gasing, Enggrang dan Hadang. Sementara puncak kegiatan akan diisi dengan ” Larik”, tinju tradisional Riung.

“Ada juga kuliner tradisional. Kuliner tradisional Riung sangat beragam dan mempunyai kekhasan masing-masing. Area kuliner akan disiapkan dan melibatkan kaum wanita Riung, lewat koordinator setiap komunitas untuk mempromosikan makanan Riung serta menyiapkan referensi berupa resep resep makanan Riung,” jelas Todis

Selain itu, akan dilakukan pagelaran musik dan Tari . Pagelaran musik dan tari ini juga akan dibawakan pada pembukaan festival.

“Pada waktu gala diner berlangsung ada tarian massal yang coba di angkat setelah acara penjemputan yaitu seremoni penjemputan yaitu Beak dan tarian masal Sogo Soro dan setelah acara pembukaan
akan dilangsungkan jai massal serta live musik,” jelas Todis.

Todis juga menyebutkan kegiatan lain yakni Fashion etnik, yang akan melibatkan semua kelompok orang muda atau organisasi orang muda yang ada di Riung. Kain Riung coba di angkat dan dimodifikasikan sesuai dengan yang di inginkan oleh masing masing peserta atau kelompok.

Hal menarik lainnya yang akan digelar dalam Festival Riung adalah Atraksi Sampan, yang dilakukan dengan tujuan mempromosikan potensi wisata bahari di Desa Latung tepatnya di pantai Nangular. Nangular adalah pantai yang memiliki kekhasan dan lokasinya menyerupai danau. Ini jadi salah satu spot wisata unik di Riung.

Ada juga “Mbeling”, sebuah atraksi seni budaya yang akan di langsungkan pada waktu malam hari, jelang Larik tanggal 30 Oktober 2019 . Mbeling akan di lakukan semalam suntuk hingga pagi, dengan melantunkan syair-syair adat serta gerakan tari.

Selanjutnya ada atraksi “Larik “, yakni sejenis Olahraga tradisional masyarakat Riung, yang mempertontonkan aksi adu ketangkasan para lelaki. Larik akan di laksanakan pada tanggal 30 Oktober 2019, dengan di awali beberapa permainan rakyat lainnya.

Masyarakat diharapkan untuk memberi dukungan, agar Festival Riung berjalan lancar dan berdampak positif bagi masyarakat Ngada, khususnya Masyarakat lokal Riung, juga sebagai media promosi potensi wisata Ngada.



Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada