Ngada

Memasuki Satu Abad, MBC Bajawa Siap Menjadi Gereja yang Tangguh, Tanggap dan Membebaskan.

Bagikan

Gereja Mater Boni Concilli (MBC) Bajawa, merayakan Ulang tahun ke 100 atau 1 abad pada Senin, 11/10/2021. Ulang tahun ini, dilakukan secara sederhana, tanpa adanya seremonial yang megah. Hal tersebut disampaikan oleh Pastor Rekan Paroki MBC Bajawa, Romo Fransiskus Erik Son Wanda saat ditemui di ruang kerjanya Senin, 11/10/2021.

Fransiskus mengatakan perayaan ulang tahun gereja MBC, dilakukan dengan menjalankan perayaan Ekaristi pada Minggu, 10/10/2021.

“Dalam catatan sejarah, hari ini adalah ulang tahun ke 100 atau satu abab gereja MBC Bajawa. Untuk itu, kita harus selalu mensyukuri, dan caranya tergantung model yang kita pilih, entah dalam bentuk mewah atau sederhana. Tentunya ketika mengucap syukur, selalu harus dalam perayaan ekaristi. Dan kemarin hari Minggu, perayaan Ekaristi sudah kita jalani bersama umat untuk mensyukuri satu abad gereja MBC”, tuturnya.

Ia juga menjelaskan perayaan ulang tahun Gereja MBC saat ini, berbeda dengan perayan di tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi Covid 19 yang belum usai, serta masih berfokus pada persiapan Musyawarah Pastoral (MUSPAS) dan pembangunan aula Gereja yang belum rampung.

“Karena adanya beberapa kendala, maka bersama dengan Dewan Pastoral Paroki dan seluruh umat bersepakat, untuk merayakannya dalam perayaan Ekaristi saja. Untuk perayaan seremonial sebagai bentuk syukuran, kita tunda sambil menanti aula kita jadi, dan segala kegiatan pastoral khusunya muspas sudah selesai. Barulah kita mensyukuri semuanya sekaligus”, jelasnya.

Fransiskus juga berharap, di ulang tahun Gereja MBC yang ke 100 tersebut, mampu membawa Gereja untuk menjadi tangguh dan tanggap, dalam mengahadapi perkembangan jaman.

“Satu abad MBC tidak hanya perayaan ulang tahun saja, tetapi juga menunjukan perkembangan iman umat di Bajawa, khususunya paroki MBC. Harapannya ulang tahun satu abad ini, dapat menjadi tonggak penggerak, untuk membangun gereja menyonsong masa depan yang semakin kuat, gereja yang semakin tangguh, gereja yang tanggap dan gereja yang membebaskan”, pungkasnya.(Lian Woli)

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada