Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Ngada. Kunjungan kerja tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 12 hingga 14 Februari 2026.

Salah satu agenda utama kunjungan kerja adalah kegiatan tatap muka bersama pimpinan daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngada, pemerhati perempuan dan anak, serta tokoh lintas agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada, Kamis malam (12/02/2026).

Kedatangan Menteri P3A RI bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Menteri P3A ke Kabupaten Ngada. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan langkah-langkah solutif yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Ngada terkait kasus meninggalnya seorang anak di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, yang sempat viral hingga tingkat nasional.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada untuk terus memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dari Kementerian P3A dalam rangka meningkatkan sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Sementara itu, dalam arahannya, Menteri P3A Republik Indonesia Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjawab berbagai tantangan dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

“Kedatangan kami ke Kabupaten Ngada untuk memastikan bahwa tidak boleh lagi ada anak di Kabupaten Ngada, di Provinsi NTT, dan di seluruh Republik Indonesia yang mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Bastian dari Jerebuu. Kita punya tugas agar ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Selain kegiatan tatap muka, Menteri P3A juga melakukan dialog langsung dengan perwakilan perempuan, perwakilan anak, tokoh lintas agama, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT Ruth Diana Laiskodat, Forkopimda Kabupaten Ngada, Penjabat Sekretaris Daerah Ngada, para Staf Ahli Bupati Ngada, para Asisten Setda Ngada, pimpinan perangkat daerah, para camat, tokoh lintas agama, perwakilan perempuan, perwakilan anak, serta undangan lainnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Ngada.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!