Bajawa(Ngada) – Kepala Desa, Perangkat Desa dan beberapa tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Desa Dizigedha pada hari Rabu, 27 Nopember  2019 melakukan dialog dengan Bupati Ngada beserta sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah bertempat di ruang kerja Bupati Ngada, terkait informasi bahwa hasil pengawasan bahan pangan asal beberapa lokasi  yang dijual di  Pasar Bajawa, Pasar Malanuza, Pasar Soa dan Pasar Aimere, yang terindikasi mengandung pestisida.

Rombongan masyarakat yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Dizigedha,Wilhelmus Wele didampingi Sekretaris Desa, Marsianus Wea dan beberapa tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. Dalam pertemuan tersebut, Kades dan perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi petani selaku produsen yang merasa dirugikan dengan berita yang dimuat di media sosial tentang bahan pangan yang terindikasi mengandung pestisida, dan  kurangnya pendampingan PPL untuk memberikan informasi penggunaan pupuk yang baik dan benar kepada masyarakat. Menurut Kades Dizigedha, dampak dari pemberitaan tersebut bahan pangan yang dijual pedagang  di beberapa pasar  seperti tomat, sayur dll tidak dibeli oleh masyarakat sehingga pedagang menderita kerugian sehingga dibutuhkan klarifikasi dari Pemerintah Daerah terkait masalah ini.

Menyikapi aspirasi utusan Masyarakat Desa Dizighedha tersebut, Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa yang didampingi Sekda Ngada,Theodosius Yos. Nono,S.Sos serta beberapa perangkat daerah terkait memberikan aspirasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Aparat Desa terhadap informasi public tentang masalah bahan pangan yang tidak sehat tersebut.

Bupati Ngada dalam menanggapi aspirasi dan harapan masyarakat Desa Dizigedha mengatakan bahwa, ada 3 hal yang menjadi tugas Pemerintah Daerah yaitu : pelayanan, pemberdayaan dan menumbuhkan partisipasi masyarakat. Dari pemberitaan yang di berbagai media sosial tidak ada yang salah, tugas pemerintah adalah melindungi produsen dan konsumen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Bahwa Badan/Dinas terkait melalui Tim Pengawas Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan  Tingkat Kabupaten Ngada sejak Tahun 2018 dan 2019 telah melakukan pengawasan dimaksud meliputi : pengawasan keamanan pangan segar di pre Market (pengawasan keamanan pangan segar sebelum pangan beredar di pasaran) dan Post Market (pengawasan pangan segar di peredaran) dan pemantauan/pengawasan di pasar/lapak-lapak.

Masih menurut Bupati Soliwoa, langkah yang diambil Pemerintah Daerah tersebut tidak ada yang salah dan tujuannya memberikan informasi kepada publik sebagai produsen maupun konsumen  agar berhati-hati baik dalam hal menggunakan pupuk sesuai aturan maupun konsumen agar lebih cerdas memilih bahan pangan yang sehat.  Pemerintah akan mengambil sikap tegas apabila bahan pangan yang dijual mengandung pestisida atau bahan berbahaya lainnya di atas ambang batas, karena pemeritah wajib menjaga keselamatan jiwa manusia.

Untuk itu kebijakan yang ditempuh Bupati mewujudkan “Hortikultura  Organik” maka Pemerintah telah menetapkan beberapa lokasi yaitu di Dizigedha, Beiwali, Seminari St. Yoh. Brechmans Todabelu, mulai tahun 2019 sebagai lokasi penanaman hortikultura organic. Pemerintah akan melakukan berbagai intervensi dengan berbagai program serta kegiatan, salah satunya  akan dilakukan Live in atau tinggal dan bekerja bersama masyarakat di Desa Dizighedha guna mewujudkan hortikultura organic serta mengoptimalkan peran PPL dalam pendampingan kepada Petani. Di akhir pertemuan tersebut, Bupati  Ngada menyampaikan harapan kepada masyarakat antara lain, mari kita kembali menggunakan pupuk organic, berdayakan kelompok-kelompok pembuat pupuk organik, dan tekad Pemerintah tahun 2020, Ngada penghasil Hortikultura Organik dan Berlabel. Terhadap harapan Bupati Ngada tersebut, utusan masyarakat Desa Dizighedha  menyambut baik dan akan bekerjasama dengan Pemda Ngada mewujudkan Ngada sebagai penghasil Hortikultura Organik dan berlabel.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada