Penanggulangan penyakit masyarakat seperti Narkoba, Kenakalan Remaja, Kekerasan Pada Anak, Miras dan Perjudian merupakan gejala sosial yang berkembang dalam masyarakat. Disamping itu masalah ini dapat juga disebut sebagai masalah global, karena masalahnya selalu ada hampir diseluruh Negara di dunia ini. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun tokoh-tokoh agama untuk menanggulangi masalah ini, namun belum menampakkan hasil yang menggembirakan, malah sebaliknya semakin mewabah keseluruh pelosok, mulai daerah perkotaan hingga daerah pedesaan. Tampaknya penyakit masyarakat ini sudah membudaya dikalangan masyarakat, sehingga sulit untuk mencari jalan keluarnya dari permasalahan ini.

Siswa/i SMAK Thomas Aquino Mataloko, Saat Mendengarkan Materi Sosialisasi

Untuk meminimalisir  dan mencegah penyebaran penyakit masyarakat terutama di kalangan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ( Kesbangpolinmas ), menggelar kegiatan sosialisasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat atau PEKAT. Hal ini sejalan dengan program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat, pada Bulan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ngada.

Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah sebagai upaya penyadaran masyarakat melalui elemen masyarakat seperto tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, generasi muda/pelajar dan aparatur pemerintah, agar dapat berperan aktif dalam memberikan pencerahan dan menumbuhkan kesadaran dengan mengurangi penyakit masyarakat di lingkungan masing-masing pada umumnya, lewat sumber daya yang dimiliki.

Kegiatan sosialisasi ini  dilaksanakan sejak 21 Oktober hingga 1 November 2019, menyasar pada enam (6) sekolah  yakni SMAN I Soa, SMAK Thomas Aquino Mataloko, SMKN Jerebuu, SMKN Batara, SMKN Aimere dan SMAN I Golewa Barat.

Sosialisasi Materi Dari Polres Ngada Di SMK Jerebuu

Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini yakni dari Kesbangpolinmas Ngada oleh Bapak Yoseph Jawa Jone, dengan materi Ketahanan Bangsa, Dinas Kesehatan Ngada oleh Ibu Maria Yosepha Kurnia, dengan materi prostitusi dan bahaya HIV/Aids, juga Polres Ngada oleh Bapak Yopie Abor, dengan materi kenakalan remaja. Materi kekerasan anak juga turut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi ini, yang dibawakan oleh Psikolog Ludwina Dhiu dari Perlindungan Perempuan dan Anak Ngada. Dari aspek hukum bagi pelaku “PEKAT”, materinya disampaikan oleh Iman Sulayman, Kejaksaan Negeri bajawa.

Salah satu pemateri yang dikonfirmasi media ini, Psikolog Ludwina Dhiu, dalam pemaparan materinya menyoroti soal kekerasan pada anak , yang juga menjadi bagian dari penyakit masyarakat. Remaja bisa berpotensi menjadi pelaku dan korban kekerasan.

“ Faktor penyebab kekerasan pada anak dan remaja ada dua, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, remaja sedang mengalami pertumbuhan yang pesat  yang mempengaruhi kematangan berpikir. Kurangnya kontrol diri dalam menghadapi kemajuan tehnologi, juga dapat menjerumuskan remaja,” kata Ludwina.

 Sedangkan faktor eksternal, seperti informasi yang  membanjiri remaja dapat mempengaruhi cara berpikir remaja, dan berpengaruh pada sikap perilaku remaja, apalagi jika kurang pengawasan dari  orang tua, guru dan masyarakat.

Untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan pada anak, perlu ada upaya perlindungan, agar anak dan remaja tidak terpengaruh oleh penyakit masyarakat, seperti perjudian, prostitusi, miras dan lainnya. Upaya ini datang dari keluarga, masyarakat dan pemerintah dengan menaruh perhatian besar terhadap perkembangan remaja, baik dilingkungan sekolah maupun sosial. Para remaja juga diharapkan untuk menjaga lingkungan pergaulan, mengisi waktu luang dengan kegiatan kreatif, memanfaatkan teknologi secara bijak serta menjauhi lingkungan pergaulan yang tidak sehat.

“Perlindungan terkuat bagi remaja adalah ketahan keluarga dan ketahanan spiritual,”tegasnya  

Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan sosialisasi Pekat ini adalah terwujudnya kesadaran pelajar akan dampak negatif penyakit masyarakat serta kebijakan landasan hukum peraturan perundang-undangan, terciptanya rasa aman bagi masyarakat terutama generasi muda.

Sosialisasi Pekat ini dilaksanakan di 6 SMU/SMK di 6 kecamatan yaitu Soa, Bajawa, Jerebuu, Batara, Aimere dan Golewa, dengan melibatkan 100 peserta per masing-masing sekolah.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada