PELATIHAN PRODUK KREATIF DAN EKONOMI LOKAL

Published by Administrator on

Bajawa – Indonesia Ecoturism Network (INDECON) menggelar kegiatan Pelatihan Produk Kreatif dan Ekonomi Lokal di Hotel Edelweis Bajawa pada Rabu, 14 Maret 2018.

Direktur Indecon, Ari Suhandi mengatakan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk memfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menemukan potensi dan model pengembangan pariwisata di Ngada . Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Indecon pada potensi wisata Ngada dengan menggandeng pemerintah guna meneruskan beberapa program yang sudah dilakukan Indecon. Pelatihan ini merupakan pelatihan produk kreatif dan ekonomi local guna menunjang pariwisata daerah. Hadir dalam kegiatan ini seluruh stakeholder yang merupakan utusan setiap Perangkat Daerah, LSM dan para pemangku kepentingan di desa.

Sementara itu Manager Leader Riset dan Training Indecon, Riflay Sungkar mengatakan bahwa Yayasan Indecon yang disuport  dari Uni Eropa telah melakukan pendampingan di tiga kabupaten yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Ngada. Di Ngada, ada beberapa program yang sudah dilakukan yakni pendampingan produksi tenun ikat, pendampingan homestay dimana setiap rumah di Tololela diberdayakan menjadi penginapan bagi tamu dan Indecon membantu menyediakan sarana berupa kasur, bantal, sprei dan beberapa kebutuhan lainnya. Bantuan ini diberikan gratis, sementara pengelolaanya diserahkan kepada lembaga lokal, dengan keuntungan langsung diterima oleh pemilik rumah. Selain itu Indecon juga melakukan pendampingan pelatihan bagi pengerajin bambu di Tololela, yang beberapa saat lalu hasil produksi bambunya banyak dibeli di Acara Festival Komodo yang diselenggarakan belum lama ini di Labuan Bajo.

Menurut Riflay Sungkar, Ngada memiliki banyak potensi yang dapat digali khususnya pariwisata. Indecon fokus melakukan pendampingan potensi wisata kria atau kerajinan, produk tenun di Tololela, produk anyaman di Nage, dan pernah mengirim pengrajin bambu Manubhara untuk mengikuti pelatihan kerajinan bambu di Jawa Barat.

 

Saat ini Indecon masih terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku wisata, dan direncanakan sebelum kegiatan ini berakhir pada tahun 2019 mendatang, Indecon merencanakan akan melakukan pendampingan pembuatan atau produksi coklat, mengingat potensi kakao yang cukup tinggi di ngada, dan hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Sementara kakao sendiri bisa diolah menjadi coklat batangan yang bisa dijual keluar daerah. Indecon akan melakukan pendampingan produksi coklat hingga pada pemasaran, sehingga masyarakat dapat memproduksi dan menemukan jalur pemasaran yang lebih banyak.

Beberapa produk Indecon di Kabupaten Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat telah berlabel “tanipa”, yang diambil dari Tanah Nipa atau Nusa Nipa sebagai sebutan untuk Pulau Flores. Tahun ini program Created Indecon yang didanai oleh Uni Eropa, mendapatkan kesempatan untuk ikut memeriahkan Festival Komodo dengan pameran dan promosi produk tanipa (tanah nipa). Komodo, Labuan Bajo-Flores pada 5 – 10 Maret 2018.

Diharapkan setelah masa kerja Indecon berakhir di Kabupaten Ngada, Pemerintah Kabupaten Ngada bersama seluruh stakeholder dapat melanjutkan program dan kegiatan yang sudah ada dan kembali menggali serta menciptakan potensi wisata baru yang ada di ngada, baik itu wisata alam, budaya, kerajinan dan keterampilan serta potensi wisata lain yang dapat mendongkrak dan memberdayakan masyarakat lokal.

( NewsSourceMerlyn )

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *