PEMBAHASAN PERUBAHAN RENCANA KERJA (RENJA)APBD 2019 LEBIH MEMFOKUSKAN PADA NGADA MENUJU “GO ORGANIK”

Published by modesta on

Pelaksanaan APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2019 untuk triwulan pertama akan berakhir pada Bulan Maret 2019. Dalam perjalanan pelaksanaan APBD dimakud ditemukan banyak kebijakan yang perlu disempurnakan atau yang telah termuat dalam Renstra tahun berjalan namun belum terakomodir pada saat pembahasan RAPBD tahun 2019 sehingga perlu dilakukan perubahan Renja Tahun 2019.

Sehubungan dengan itu, Jumad, 8 Maret 2019 bertempat di Ruang Rapat Bapeda Ngada telah diadakan pembahasan Perubahan Renja 2019 yang dihadiri oleh Perangkat Daerah lingkup bidang ekonomi dan umum (Dinas Pertanian , Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pariwiata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Bappeda Ngada (Wilibrodus Rato,SE,M.A.P)didampingi oleh Kabid Ekonomi dan Fispra (Yanuarius Pakiding, S.TP,M.S), Kabid Sosbud (Ferdinandus Djawa Suri,S.IP,M.Si).

Tujuan pembahasan Renja APBD 2019 menurut Wilbo Rato, dalam rangka koordinasi, kolaborasi lintas sektor dan lintas sumber dana berbagai program/kegiatan pada perubahan APBD Tahun 2019.

Penekanan kali ini adalah Ngada menuju “Go Organik” . Menurut Kadis Pertanian Kabupaten Ngada (Paskalis Wale Bai,SP,M.AP) didampingi oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ermelinda Moi,S.Pi) untuk kawasan hortikultura di Desa Bowali Kecamatan Bajawa, Seminari Yoh. Berkhmans Mataloko, dan Desa Sarasedu (Kawasan Hedhakela). Untuk pengembangan padi organik berlokasi di P3A Tiwukela Desa Wogowela, P3A Waekusi Desa Sadha Kecamatan Golewa Selatan dan Kawasan Program Prioritas Nasional (KPPN) Soa . Dinas Peternakan menurut Kadis Peternakan (drh. A.M.Felisitas Kila) yang didampingi oleh Kabid Keswan dan Kesmavet (drh, Yanuaria M.M.A.Goa) jenis kegiatan yang akan mendukung kawasan horti organic antara lain rehabilitasi kandang sapi, babi dan ayam di Seminari, Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak di 3 lokasi pengembangan, pengembangan hijauan pakan ternak dan pengadaan alat pengolah pupuk organik sebanyak 2 unit. Selanjutnya untuk Dinas Kelautan dan Perikanan akan melakukan penyediaan protein hewani dari ikan melalui budidaya ikan air tawar di Seminari Yoh.Berchmans Todabelu Kecamatan Golewa dan mengoptimalkan kolam ikan di Bejo sebagai salah satu destinasi wisata. Untuk infrastruktur pendukung akan disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, untuk penyediaan air bersih menurut Raymundus P.N.W. Ngiso (Kabid Pengembangan Perumahan) akan dilakukan perluasan jaringan air bersih dengan sumber mata air Hedhakela (Aesipi), Bowali (Waewio) oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan

Sedangkan dalam rangka menunjang Program Pemerintah Provinsi NTT mengatasi kekurangan gizi, menurut Kadis Dinas Ketahanan Pangan (Ir. Bernard Burah,MT) akan difasilitasi masyarakat untuk pengolahan pangan lokal berbasis kelor juga akan menyiapkan tea sashet kelor yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat Ngada. Sedangkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngada akan menyediakan bibit kelor yang akan dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Soa pada peringatan Hari Bulan Bhakti Gotong Royong Tingkat Kabupaten Ngada.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *