PEMBUKAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR JALAN RAYA

Published by Administrator on

Watukapu – Pembukaan dan peningkatan kualitas infrastruktur terutama akses jalan raya, masih menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Ngada di tahun 2018. Salah satu proyek prioritas pemerintah membuka akses jalan di tahun ini adalah membuka keterisolasian hubungan antara Kecamatan Bajawa Utara dan Kecamatan Aimere, melalui jalur jalan Teni – Lopijo dan Ranamoe menuju Teni. Pembukaan dan peningkatan akses jalan Teni menuju Lopijo dan jalur Ranamoe menuju Teni akan menghabiskan anggaran sebesar 20 milyar Rupiah lebih. Anggaran ini merupakan anggaran terbesar yang diperuntukan dalam membuka infrastruktur jalan di tahun 2018 ini.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Dapil Bajawa Utara, Raymundus Bena, pada pembukaan musyawarah pembangunan Kecamatan Bajawa Utara yang digelar rabu, 7 Februari 2018 di Aula Kantor Camat Bajawa. Selain proyek pengerjaan jalan Teni – Lopijo, Ranamoe – Teni, Ray Bena juga mengungkapkan bahwa ada sebaran 3 proyek pengerjaan jalan di Kecamatan Bajawa Utara yakni pembukaan dan peningkatan ruas Jalan Bu’e Re’e menuju Turetoro, jalur Tanawau menuju Tarawaja dan jalur Menge menuju Bo’a Menge.

Menurut Raymundus Bena, APBD Ngada tahun 2018 mengalami penurunan hampir 100 milyar rupiah. Hal ini dikarenakan  ada peningkatan pada pos dana desa dan dan rasionalisasi dana dari pusat. Saat ini anggaran di Kabupaten Ngada masih terorientasi pada misi pertama pembangunan daerah yakni peningkatan infrastruktur. Dari hasil evaluasi bersama pemerintah dan DPRD Ngada, ditemukan bahwa masih tersisa sekitar 25 persen infrastruktur di Ngada yang belum dikerjakan. Raymundus menyatakan bahwa tidak ada alasan dari DPRD ataupun pemerintah untuk tidak melanjutkan. Semuanya akan tetap diselesaikan sesuai dengan target waktu dan anggaran yang ada.

Sementara itu Kepala Bidang Sosial Budaya pada BP- Litbang Ngada, Ferdin Suri pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa, dana alokasi umum atau dau di Ngada mencapai 700 Milyar Rupiah lebih, yang digunakan untuk Belanja Pegawai dan Belanja Wajib, sementara sisanya dimanfaatkan untuk belanja prioritas daerah, bantuan sosial dan tambahan penghasilan lainnya. Selain itu, dari anggaran yang ada di tahun 2018, ada penambahan alokasi dana di Bidang Pendidikan, yang diperuntukan bagi Program Bosdik dan di Bidang Kesehatan bagi Program Bokda atau Bantuan Operasional Kesehatan.

Dari usulan Musrenbang tahun 2017, BP – Litbang Ngada telah melakukan evaluasi dengan hasil yang diperoleh diantaranya bidang fisik dan prasarana dari 142 total usulan yang dibuat saat Musrenbang, terealisasi sebanyak 19 usulan atau 13, 38 persen. Di Bidang Sosial Budaya, dari 190 usulan, terealisasi sebanyak 105 usulan atau 55, 26 persen. Dan di bidang ekonomi, dari total 60 usulan,  terealisasi sebanyak 17 usulan atau 28,33 persen. Jika di totalkan, maka usulan Musrenbang tahun 2017 yang lalu, usulan yang terealisasi mencapai 32,33 persen.

(sumber/merlyn)

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *