Menyikapi hasil penelusuran Badan Pemeriksa Keuangan, terkait penyaluran dana Bansos di Ngada, yang tidak sesuai ketentuan dan tidak tepat sasaran, maka Pemda Ngada Bentuk Tim Identifikasi dan Verifikasi Bansos 2018.

Hal ini disampaikan Penjabat Sekda Hironimus Reba Watu, saat memimpin rapat persiapan di aula Setda Ngada, Selasa, 11/06/2019. Selain temuan BPK, juga pengaduan masyarakat ke KPK tentang penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.

Penjabat Sekda Ngada, Kepala Keuangan dan Sekertaris Inspektorat Kabupaten Ngada.

Rapat pembahasan Bansos ini dihadiri Kepala Badan Keuangan Wempy Bate, Sekertaris Inspektorat, Charles Wago serta Pimpinan OPD terkait.

Menurut Hironimus, ada 1277 kelompok dan warga penerima Bansos 2018, yang tersebar di seluruh Kecamatan. Secara teknis, BP-Litbang dan Keuangan akan membahas dan menyiapkan format kuisioner yang akan dibawa oleh Tim ke lapangan. Ada 7 tim yang disiapkan, untuk mengunjungi penerima bansos satu per satu, untuk dimintai informasi bansos. Tim ini akan turun melihat langsung kondisi penerima bansos. Jenis informasi yang akan diperoleh diantaranya besaran bansos yang diterima, peruntukan atau digunakan untuk apa, apakah tepat sasaran, secara sosial ekonomi apakah layak sebagai penerima bansos.

Peserta Rapat dan Tim Verifikasi.

Tahun 2018, anggaran yang terdistribusi untuk bansos sebesar 15 milyar rupiah. Besaran penerima bansos berbeda-beda dan langsung ditransfer ke rekening penerima.

Tim ini akan mulai bekerja sejak tanggal 17 – 24 Juni 2019. Hasil identifikasi dan verifikasi ini nantinya akan diserahkan kepada Pimpinan Daerah, untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Wawancara bersama Sekertaris Inspektorat.
Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada