Pemkab Ngada Tetap Memilih Proses Pembelajaran Dengan Daring

Bagikan

Pemerintah Kabupaten Ngada tetap pada kebijakan untuk kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dalam jaringan.

Demikian informasi dari Kepala Bagian Admas Setda Ngada, Marthinus P Langa. Menurut Marthinus, hal ini disampaikan secara resmi oleh Pjs Bupati Ngada, Linus Lusi saat menghadiri rapat komite SMPN 1 Bajawa yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 November 2020.

Menurut Kabag Admas, kepada orang tua murid yang mengikuti rapat komite tersebut, Pjs Bupati Linus Lusi dengan tegas mengatakan bahwa pandemi covid 19 yang masih terjadi saat ini sangat berhubungan dengan keselamatan nyawa manusia termasuk anak-anak sekolah. Menurutnya, pemerintah tidak mau mengambil resiko meskipun ada banyak keinginan dari orang tua untuk dilakukan kegiatan tatap muka, tegasnya.

Martinus juga menyampaikan hingga saat ini, Ngada masih masuk zona merah sebab hasil swab terakhir dari pasien covid Ngada yang positif belum ada hasilnya. Kita tidak mau ada kasus baru positif di wilayah kita, sehingga benar-benar harus kita cegah, katanya. Kalau muncul kasus baru dan penyebarannya semakin tinggi, maka ekonomi bisa lumpuh dan beban pengeluaran daerah untuk penanganan covid 19 akan semakin besar, katanya. Untuk itu, dirinya berharap pengertian baik semua pihak untuk menyikapi hal ini.

Menyinggung tentang persiapan anak-anak kelas akhir yang akan menghadapi ujian akhir, menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini, Pemerintah daerah dalam waktu dekat bersama Satuan Tugas Penanganan Covid 19 akan membicarakan secara khusus tentang bagaimana proses pembelajaran untuk anak-anak sekolah yang akan memasuki ujian akhir khususya yang berada pada kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan SMA. Dikatakannya, pemerintah bersama satuan tugas Covid 19 akan berdiskusi mendalam dan mempertimbangkan secara matang sebelum mengeluarkan rekomendasi untuk proses pembelajarannya. Apabila sudah ada rekomendasi baru kita bisa mengambil keputusan yang terbaik dan melalui surat edaran resmi, tegasnya.

Berkaitan dengan kunjungannya ke SMPN 1 Bajawa, menurut Pjs Bupati Linus Lusi, kehadirannya di sekolah tersebut untuk memastikan bahwa Pemkab Ngada hadir bersama orang tua untuk mendesign sektor pendidikan di Ngada agar mampu bersaing dengan daerah lainnya, meskipun dalam situasi pandemi covid 19.

Ditegaskan Pjs Bupati Linus Lusi, covid 19 bukan bencana tetapi mengajak semua pihak untuk selalu waspada dan hati hati. Dia meminta semua pihak agar pandemi covid 19 yang terjadi saat ini tidak boleh mematikan semangat kita untuk bekerja dan belajar dan terus melakukan inovasi.

Diakhir arahannya, Pjs Bupati Linus Lusi meminta orang tua dan komite SMPN 1 perlu memahami kebijakan pendidikan nasional untuk mencetak SDM. Hal ini penting sebab peran orang tua dan komite menjadi kunci utama pembangunan pendidikan di daerah ini, kata Putra Lembata itu.

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada