Bajawa-Ngada, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Gubernur NTT Nomor  44 Tahun 2019 tentang Pemurnian dan Tata Kelola Minuman Tradisonal beralkohol khas NTT, bekerjasama dengan Dinas Koperasi  UKM dan Perdagangan, serta Dinas Perindustrian Kabupaten Ngada. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Hotel Nusantara, Selasa 5 November 2019, dibuka dengan resmi oleh Bupati Ngada yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ngada  Hironimus reba Watu,S.IP.

Hadir dalam kegiatan tersebut Perangkat Daerah, Dandim 1625 Ngada, Polresta Ngada, Perwakilan dari Kecamatan, Pelaku Usaha Minol/Pelaku Usaha Potensial, Petani Produsen, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,serta Akademisi. Narasumber pada kegiatan tersebut Asisten II, Biro Hukum Provinsi NTT,  Universitas Nusa Cendana  dan Kepolisian Resort Ngada.

Pembukaan kegiatan sosialisasi oleh Asisten II

Asisten II Hironimus Reba Watu dalam kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngada pada prinsipnya mendukung upaya Pemprov NTT dalam melegalkan minuman beralkohol yang berstandar, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha minuman lokal. Namun demikian, Pemda Ngada masih dalam tahapan sosialisasi dan mengenalkan standar pengelolaan minuman beralkohol kepada masyarakat, termasuk ketentuan hukum yang sudah dirumuskan dalam Peraturan Gubernur Provinsi NTT.

Menurut Nimus Reba Watu, ada beberapa wilayah di Ngada yang memiliki potensi Industri Kecil Menegah ( IKM ) yang mengolah minuman beralkohol. Disebutkan ada 369 IKM di Ngada yang tersebar di empat Kecamatan yakni Kecamatan Golewa Selatan, Kecamatan Golewa, Kecamatan Aimere dan Kecamatan Inerie. Untuk pemasarannya sendiri masih dalam wilayah pulau Flores dan terbanyak  ke Pulau Sumba. Nilai produksi selama satu tahun yang dihasilkan oleh 369 IKM ini mencapai 2 milyar rupiah. Apabila pengelolaan minuman beralkohol ini berjalan sesuai standar, dengan manajemen yang profesioanl dan pemasaran yang meluas, maka nilai produksinya akan jauh meningkat.

Suasana Sosialisasi Pergub Nomor 44 tahun 2019

Sementara itu, Profesor Ir.Herianus J.D. Lalel,MSi, Phd, salah satu narasumber Akademisi dari Undana Kupang  mengatakan bahwa standar terbaik dari sopi/moke memiliki etanol 35%, warnanya jernih, serta memiliki PH 5,8  sampai dengan 6,8. Alkohol sendiri dibagi dalam tiga golongan yakni kelas A dengan kadar Ethanol 0 – 5 %, kelas B 5 – 20 % dan kelas C 20 – 55 %. Khusus minuman alkohol khas Ngada yaitu “Arak “, masuk dalam kategori kelas C, karena kadar etanolnya yang tinggi. Ia menyebutkan, dampak yang diakibatkan dari mengkonsumsi alkohol berlebih adalah dapat merusak kulit dan menyebabkan iritasi saluran pencernaan. Meskipun demikian, jika alkohol dikonsumsi dalam jumlah yang pas, maka berdampak positif seperti mencegah flu dan meningkatkan fungsi otak.

Dalam Pergub Nomor 44 Tahun 2019 ini, pada pasal 15, mengatur larangan penyulingan minuman beralkohol tanpa ijin, larangan memproduksi minuman tradisional beralkohol dengan kadar ethanol diatas 55%, penjual dilarang mengiklankan minuman tradisional kepada masyarakat kecuali yang memiliki tanda edar, serta larangan mengkonsumsi minuman tradisional beralkohol  hingga menyebabkan gangguan ketertiban umum.

Tujuan dari ditetapkannya Pergub ini adalah untuk menjamin produksi minuman tradisional beralkohol menjadi bahan baku minuman tradisonal beralkohol yang berstandar nasional, Melarang peredaran atau penjualan minuman beralkohol tradisional yang belum berstandar, Mewujudkan system proses produksi, peredaran dan penjualan serta Melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan minuman tradisonal beralkohol yang belum dimurnikan atau belum dilakukan standarisasi nasional.

Dari hasil sosialisasi dan diskusi  peserta pada kegiatan tersebut, Pemda Ngada masih akan terus berkoordinasi dengan OPD dan stakeholder terkait, guna menindaklanjuti Pergub Nomor 44 tahun 2019, seiring dengan pengenalan dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada