Ngada

Penggunaan Masker Mulai Menurun, Bupati Ngada Instruksikan Razia Masker

Bagikan

Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease saat Nataru serta Instruksi Bupati Ngada Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease saat Nataru dan operasi keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Nataru, Bupati Ngada lakukan Rapat koordinasi bersama Dandim 1625 Ngada, Polres Ngada, Dinas Kesehatan, Satgas Covid 19 dan seluruh camat se-Kabupaten Ngada di ruang rapat Satgas Covid 19 Jumat, 17/12/2021.

Dalam rakor tersebut Bupati Ngada Paru Andres, menekankan tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam menyongsong Nataru serta persiapan menghadapi varian virus baru Omicron yang saat ini sudah terdeteksi di Indonesia. Ia mengatakan saat ini sudah 88 Negara termasuk Indonesia telah terdeteksi adanya virus Omicron.

“Kemarin kami rapat secara virtual bersama Presiden dan seluruh Gubernur serta Bupati se-Indonesia, saat ini baru ditemukan lagi satu orang cleaning servis di wisma atlet yang terkena virus baru omicron, mengingat sebentar lagi akan Nataru serta menurunnya kesadaran masyarakat akan bahaya virus, beliau menekankan tiga hal penting yang saat ini perlu menjadi perhatian khusus yaitu penggunaan masker, testing dan tracing serta vaksinasi”, jelasnya.

Menurut Andreas, saat ini masyarakat Ngada kurang menaati prokes terutama penggunaan masker, untuk itu ia menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana agar berkoordinasi dengan Satpol PP, Satgas serta pihak terkait lainnya untuk melakukan pengecekan masker di tempat-tempat umum.

“Masyarakat kita sekarang sudah mulai tidak pake masker, kalau di Gereja atau Masjid selalu dengan prokes tetapi tempat umum lainya seperti pasar dan lapangan kartini banyak sekali yang sudah mulai lepas masker, untuk itu kita harus sudah kembali lakukan razia termasuk dengan kartu vaksin,” tegas Andreas.

Selain itu ia juga menginstruksikan pihak Dinas Kesehatan untuk melaksanakan kembali testing dan tracing sesuai dengn SOP yang berlaku, dan terus menyiapkan tempat karantina terpusat, stok alat rapid, tenaga kesehatan maupun obat-obatan.

Don`t copy text!