Bajawa-Ngada – Jumat 06 Desember 2019, Bupati Ngada Paulus Soliwoa melantik 25 pengurus MPIG Tenun Ikat Kabupaten Ngada, bertempat di Aula Setda, yang dihadiri oleh Sekda Ngada Theodosius Yos. Nono, Pimpinan Perangkat Daerah serta undangan lainnya. Pengurus MPIG Kabupaten Ngada diketuai oleh David Lado Bara,SH.

Bupati Ngada melantik Pengurus MPIG Tenun Ngada

Dalam sambutannya Bupati Ngada mengatakan Negara kita telah membuat payung hukum bernama Indikasi Geografis yang secara jelas telah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, yang bertujuan agar kekayaan Negara kita dapat dilindungi, sehingga kekayaan Bangsa Indonesia tidak diklaim menjadi milik Negara lain.

Melihat kondisi motif kain tenun Nusa Tenggara Timur, termasuk Ngada, telah banyak ditiru baik sebagian maupun keseluruhan, oleh pihak lain secara tidak sah, baik menggunakan alat tenunan buatan manusia maupun mesin-mesin printing,  yang ternyata tidak saja diproduksi pada daerah asal tenunan, tetapi juga diproduksi di luar wilayah kita.

Suasana Pelantikan MPIG Kabupaten Ngada

Dampak dari keadaan tersebut, secara moral maupun ekonomi sangat merugikan para pemilik dan penenun. Dengan dibentuknya pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Tenun Ikat (MPIG) Kabupaten Ngada  yang akan melaksanakan sejumlah tugas diantaranya mengembangkan dan membina kegiatan pengerajin tenun ikat dan melesarikan nilai-nilai budaya di Kabupaten Ngada, memberikan perlindungan dan pengawasan bagi usaha pengerajin tenun ikat Ngada, memfasilitasi pengerajin tenun ikat Ngada untk mendapatkan akses permodalan dan pemasaran, membuat program kerja administrasi kelembagaan, keuangan, perorganisasian MPIG secara teratur dan efektif, memastikan keaslian produk dan jaminan mutu produk dari tenun ikat yang dihasilkan anggota MPIG dan memperkayah khasanah budaya bangsa Indonesia melalui pengembangan budaya lokal.

Pemberian selamat kepada Pengurus MPIG terlantik

Selain itu, pengurus MPIG Tenun Ikat memang harus dibentuk sebagai salah satu pemenuhan persyaratan Indikasi Geografis Tenun Ikat Ngada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Menutupi sambutannya Bupati Ngada menyampaikan agar Dinas Perindustrian berkoordinasi dengan kelompok tenun ikat serta Pengurus MPIG Kabupaten Ngada segera menyusun agenda kerja hingga 2021.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada