Penyakit ASF Semakin Marak, Lintas Dinas Terkait Bahas Pelarangan Sementara Pemasukan Ternak Babi dan Produk Olahan Babi di Kabupaten Ngada.

Bagikan

Mengingat penyakit ASF semakin marak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, lintas dinas terkait membahas pelarangan sementara pemasukan ternak babi bibit/potong, dan produk olahan babi ke Kabupaten Ngada.

Rapat terbatas ini dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan digelar di aula Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, pada Kamis, 16 Juli 2020.

Dalam arahan singkat yang disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian Setda Ngada, Hironimus Reba Watu menyampaikan bahwa semenjak virus ASF atau Demam Babi Afrika mulai masuk ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Ngada sudah melakukan monitoring walaupun masih bersifat terbatas. Oleh Karena itu Nimus Reba mengharapkan dalam rapat terbatas ini para pimpinan perangkat daerah yang diundang bisa bertukar pendapat dalam pencegahan penyakit ASF di Kabupaten Ngada.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, drh. A. M. Felisitas Killa menyampaikan bahwa penyakit ASF atau yang lebih dikenal dengan demam babi Afrika merupakan virus yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi mematikan untuk babi. Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan virus tersebut.

Nensi Killa juga menambahkan bahwa pelarangan penjualan babi dari luar Kabupaten Ngada mengingat setiap babi yang akan masuk ke Kabupaten Ngada harus ada surat sehat babi dan surat sehat ini hanya bisa didapatkan di Lab. peternakan yang ada di Provinsi Bali.

Penyakit ASF ini sendiri juga merupakan penyakit strategis yang angka kematiannya juga bisa mencapai 100%. Dikatakan Nensi penyakit ASF ini memang tidak menyerang manusia tetapi manusia menjadi perantara dan mengingat angka kematian bisa mencapai 100% maka diperkirakan Ekonomi masyarakat juga bisa lumpuh.

Beberapa hal yang dibahas dalam rapat terbatas ini selanjutnya akan disampaikan ke Bupati Ngada diantaranya penutupan sementara rumah potong babi selama 3 bulan,bpelarangan pembelian babi dari luar Kabupaten Ngada dan pengaktifan kembali posko-posko di pintu masuk untuk mencegah babi dari luar masuk ke Kabupaten Ngada.

Hadir dalam rapat terbatas ini, Asisten Bagian Perekonomian Setda Ngada,Kasdim 1625 Ngada, Perwakilan dari Polres Ngada, BPBD Ngada, Dinas Perhubungan, Kasat Pol-PP dan perwakilan dari Dinas Perekonomian Kabupaten Ngada.

Diskusi terkait dengan pencegahan penyakit ASF
Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada