Sekolah Dasar Katolik (SDK) Soa, capai seratus tahun, atau satu abad. Komunitas sekolah ini bersama masyarakat Soa meriahkan perayaan seratus tahun dalam misa kudus yang diramaikan dengan tari-tarian dan iringan paduan suara SMAN Soa, Kamis (01/08/2019) di lapangan SDK Soa.

Misa kudus dipimpin Vikep Kevikepan Bajawa, Rm. Yos Daslan, Pr dan beberapa imam selebran di antaranya Rm. Daniel Aka, Pr (Pastor Paroki Soa), Rm. Silvesrius Betu, Pr (Ketua Yasukda), sejumlah diakon, para frater, suster dan para siswa. Hadir pada saat itu Ketua DPRD Ngada Helmut Waso, Asisten III Iju Maria Albina, Camat Soa Yoakim Nango, para penjasa, para tokoh tua, dan sebagian umat Paroki Soa.

Dalam khotbah perayaan seabad sekolah di bawah naungan Yasukda Ngada itu, Vikep Kevikepan Bajawa Rm. Yos Daslan, Pr mengatakan pendidikan sifatnya abadi. Abadi karena pendidikan adalah karya Allah. Karya ini akan terus berlangsung, tidak pernah akan berhenti dari waktu ke waktu selama manusia ada. Karya kasih ini diteruskan oleh manusia untuk mengembangkan sebagai anugerah Allah kepada semua orang. “Allah mau supaya kita terlibat dalam penyelenggaraan kehidupan. Dengan legitimasi Allah, maka kita diutus untuk misi kemanusiaan melalui pendidikan – untuk memanusiakan manusia,” katanya.

Sebagai karya Allah, manusia harus bersyukur karena Dia baik kekal dan abadi. Ini yang harus dikabarkan terus dari waktu ke waktu. Karena itu momentum seabad ini menjadi sangat strategis, karena seabad bukan puncak atau akhir dari perjuangan, tetapi menjadi titik pergerakan ke depan, guna menjawabi tema perayaan ini,: “Kita terus melangkah dalam semangat kebersamaan dan Roh Pembaharuan.”

Romo Yos Daslan mengingatkan, semua komponen yang terlibat dalam keberlangsungan lembaga pendidikan ini, untuk terus berkreasi meletakan landasan yang kokoh kepada anak didik guna mencapai cita-cita pendidikan, yakni memanusiakan manusia. Terus melangkah dalam kebersamaan melalui komunitas pendidikan berciri komunio dengan kekuatan membangun pendidikan yang bermutu.

Hanya dengan kekuatan bersama, kita dapat mewujudkan cita-cita bersama. Karena itu tidak boleh ada orang yang mandul, tidak boleh ada yang parasit. Sebaliknya terus menjaga tim kerja yang solid. Bukan yang hebat dan mampu sendiri tetapi yang bahu membahu merajut perjuangan secara bersama – bersama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama. Tidak ada yang merasa lebih penting dan tidak penting. Sebaliknya dalam kebersamaan semua harus merasa bertanggung jawab dalam membangun cita-cita bersama dan hari ini menunjukkan bahwa kita berbeda dengan seabad yang lalu, karena kita terus bekerja bersama, dan semua orang sejak sekolah ini didirikan terus bekerja bersama-sama membangun manusia yang lebih berkualitas.

Romo Yos Daslan minta, agar sekolah ini terus menghidupi nilai kekatolikan – nilai cinta kasih, kebenaran dan keadilan tanpa diskriminasi. Terus bersemangat mendorong semua komponen, karena pendidikan adalah kehendak Tuhan untuk membagi kasih satu sama lain, karena esensi karya pendidikan adalah kasih. “Jadi, kalau ada yang tidak terlibat berarti tidak bertanggung jawab, tidak memberi makna untuk orang lain. Kita harus memiliki hati yang prihatin dan membangun komitmen serta kesetiaan untuk berkorban.

Para pendiri ketika mendirikan sekolah ini, kata Romo Yos Daslan mengingatkan, karena kepedulian yang besar, supaya orang Soa menjadi cerdas dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Karena itu, kata Romo Yos Daslan, syukur seabad harus menjadi buah pertanggung jawaban para pengelola dan seluruh umat agar pendidikan membawa perubahan. Dan, perubahan itu menjadi amat penting. Sebagai orang beriman Katolik, perubahan harus melalui puasa – puasa menghasilkan tobat, dan tobat menghasilkan perubahan itu sendiri.

Melalui perubahan, kita menumbuhkan nilai-nilai kasih yang redup akibat masuknya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dan merusak. Dalam semangat kebersamaan ini kita tinggalkan mental cuci tangan dan lemah partisipasi yang tidak sesuai dengan nilai kasih. Kita perlu anggur baru, sebagaimana kata firman Tuhan, yakni perubahan.

Romo Yos Daslan minta komponen pendidikan – guru, orang tua dan masyarakat agar bahu membahu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan kasih dalam sekolah. Nilai-nilai ini baru bisa bertumbuh kalau dilandasi keteladanan dari berbagai komponen ini. Baik di sekolah maupun pendidikan dalam keluarga maupun dalam lingkungan harus menghayati apa yang diajarkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Romo Yos Daslan juga mengingatkan, mengajar bukan untuk mendapatkan, tetapi untuk memberi. Memberi warna pendidikan yang berlandaskan nilai kekatolikan dengan landasan kasih yang bertolak dari keteladanan Kristus sebagai ‘batu sendi’ kehidupan.

Sekolah katolik, kata Romo Yos Daslan adalah sekolah umat, yang hidupnya bergantung pada umat yang adalah Gereja. Karena itu dalam berbagai ruang, pendidikan meminta peran komponen bukan saja guru, tetapi juga orang tua dan umat secara menyeluruh.

Suasana dalam perayaan 1 Abad SDK Soa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yasukda Ngada Romo Silverius Betu minta umat dan guru di lembaga pendidikan menjadikan sekolah Katolik sebagai ‘kabar sukacita’ yang menggembirakan dan menyenangkan. Hal ini sesuai dengan misi Injil sebagai ‘kabar sukacita’. Guru membawa kabar sukacita kepada siswa, kepada masyarakat demikian sebaliknya umat membawa kabar sukacita bagi anak-anak mulalui dari dalam keluarga.

Sementara Ketua DPRD Ngada Helmut Waso dalam sambutan singkatnya menekankan pentingnya pendidikan karakter mulai dari dalam keluarga, tidak hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Pendidikan nilai, kata dia penting ditanamkan di era yang semakin rentan ini. Tanamkan nilai-nilai itu melalui keteladanan, baik guru, orang tua maupun masyarakat.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Iju Maria Albina menegaskan pula peran orang tua, guru dan masyarakat dalam membentuk karakter melalui penanaman nilai melalui keteladanan. Karena itu, momentum perayaan seabad, kata Soliwoa menjadi ruang refleksi atas cara yang sudah dilakukan dalam mendidikan anak-anak kita, sehingga tujuan pendidikan benar-benar dapat tercapat yakni membawa kesejahteraan bagi manusia.

Perayaan seabad ini perlu perkuat komitmen semua pihak dalam menggerakan partisipasi yang kuat guna membangun Ngada yang unggul dan mandiri. Untuk mencapai harapan itu, maka perlu pembangunan bidang pendidikan yang melibatkan partisipasi banyak orang di dalamnya dan dilandasi dengan penanaman nilai dan pembentukakan karakter unggul.

Suasana perayaan 1 abad SDK Soa.

Perayaan seabad SDK Soa dihadiri ratusan undangan belum termasuk dari komunitas-komunitas sekolah. Diramaikan dengan berbagai atraksi seni dari berbagai sekolah yang berada di dataran Soa.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada