Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa

Bajawa (Ngada) – Bupati Ngada Paulus Soliwoa, menyampaikan Pidato Pemerintah, pada upacara peringatan  HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke – 74 tingkat Kabupaten Ngada, yang digelar di Lapangan Kartini Bajawa, Sabtu 17/08/2019.

Para Anggota Forkompimda Ngada

Dalam pidatonya di hadapan peserta upacara dan undangan yang hadir, Bupati Ngada menguraikan berbagai hal, mulai dari prestasi pembangunan yang diraih, persoalan yang dihadapi dalam membangun Ngada serta harapan akan perjalanan Kabupaten Ngada. Menurutnya, Pembangunan di Kabupaten Ngada saat ini telah memasuki tahun keempat dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Ngada Tahun 2016-2021. Berbagai prestasi telah di raih, dalam pelaksanaan pembangunan, meskipun masih dijumpai sejumlah persoalan dan kendala dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Ngada yang harus diselesaikan disisa waktu yan ada ini.

Selaku Bupati Ngada, Paulus Soliwoa menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak, atas kerja  keras dan komitmen bersama, sehingga untuk pertama kalinya dalam pengelolaan Keuangan Daerah, Kabupaten Ngada bisa mendapatkan Opini BPK atas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Ngada dengan wajar tanpa pengecualiaan (WTP). Tentunya pencapaian ini, merupakan hasil dari kerja semua pihak, yang boleh membuat Ngada berbangga. Namun demikian, dengan penilaian ini, sesungguhnya harus menjadi motifasi semua pihak,  untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Ngada.

Pengendalian dan kontroling yang terus menerus dilakukan secara berjenjang pada setiap tahapan mulai dari tahapan Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan Anggaran, Penatausahaan Anggaran dan Monitoring & Evaluasi, akan berdampak positif pada kinerja pegelolaan keuangan daerah yang akan berdampak juga bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Ngada tercinta ini.

Lanjut Bupati Ngada, “Kita juga patut bersyukur bahwa persoalan selisih kas yang terjadi antara Bank NTT dan Pemerintah Kabupaten Ngada, telah diselesaikan secara baik, yakni pihak Bank NTT sepakat untuk mengembalikan selisih kas tersebut dan pengambilan selisih kas tersebut langsung dicatatkan sebagai bentuk tambahan penyertaan modal Pemda Ngada di Bank NTT. Kesepakatan ini sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan Nomor 030/BKKN/121/06/2019 yang ditandatangani Oleh Bupati Ngada dan Direktur Utama Bank NTT.

Pemerintahan Kabupaten Ngada juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ngada dan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ngada, yang telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah, DPR RI, DPRD PROVINSI NTT dan DPRD Kabupaten Ngada dengan lancar dan aman, dengan tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Ngada yang mengikuti pemilu 2019 sebesar 77,23%.

Walaupun angka partisispasi tersebut masih di bawah target partisipasi nasional sebesar 77,50 %, namun pemerintah tetap memberikan apresiasi karena seluruh tahapan pemilihan telah berjalan dengan baik dan terkendali.

Pada pertengahan bulan juli 2019 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Ngada juga mendapat penghargaan dari kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, untuk kategori inovasi Pelayanan Publik di seluruh Indonesia, yang sudah di lakukan baik di tingkat Kementrian Lembaga, Pemerintah, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Kabupaten Ngada menjadi satu-satunya Kabupaten di NTT yang masuk dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 yang dikreasikan oleh Saudara Linus Timoteus Dopo,S.St,M.H. dengan Inovasi di Bidang PHBS terintegrasi “Menyehatkan Ngada Dari Desa” bisa lolos sampai pada tingkat TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik.

Pemerintah tentunya berharap agar setiap individu ASN Lingkup Pemerintah Kabupaten Ngada memiliki inovasi-inovasi dalam Pelayanan Publik, demi meningkatkan kinerja Pelayanan kita kepada masyarakat. Kinerja Pelayanan kita semakin menuju kearah yang lebih baik,yakni Skor Penilaian Sistem akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kita terus bergerak kearah positif dari skor niali 44,69 atau bernilai C menjadi 50,24 atau bernilai CC.

Sehubungan dengan masalah perbatasan antara Kabupaten, baik Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Nagekeo maupun antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur sudah selesai. Penyelesaian segmen batas Daerah antara Kabupaten Ngada dengn Kabupaten Manggarai Timur, yang proses penyelesaiannya kurang lebih selama 46 Tahun sudah memperoleh kesepakatan pada tanggal 14 Mei 2019 dengan Berita Acara Nomor : BU.314/44/BPP/2019 di ruang rapat Gubernur NTT bersama Bupati Ngada, Bupati Manggarai Timur, Ditjen Bina Administrasi Masyarakat dari kedua Kabupaten, sedangkan penyelesaian segmen batas daerah Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Nagekeo juga sudah di selesaikan.

Persiapan Pengibaran Bendera

Disampaikan berbagai prestasi atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan, melalui mimbar yang sangat strategis ini, saya menyurakan kepada kita semua untuk bersama-sama mencegah terjadinya Stunting di Kabupaten Ngada, yang merupakan momok bagi perkembangan balita kita . Stunting adalah Kondisi Gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan Gizi Kronis sehingga anak terlalu pendek (tidak sesuai standar baku WHO) untuk usianya. Kondisi Stunting akan nampak setelah anak berusia 2 (dua) tahun.

Pada tahun 2018 dari jumlah 8.215 Balita terdapat Stunting sebanyak 2.650 anak, atau setara dengan 32,74 % . Konvergensi program dan kegiatan baik yang bersifat Spesifik maupun yang bersifat Sensitive sangat dibutuhkan untuk mencega terjadinya Stunting di Kabupaten Ngada. Balita sehat dan kuat, akan menjadi modal dasar dalam mewujudkan lahirnya Sumber Daya Manusia yang Kreatif, Inovatif, Unggul, dan Berdaya Saing .

Secara makro, kondisi perekonomian Kabupaten Ngada tahun 2018 tergambar sebagai berikut :

Pertama ; pertumbuhan ekonomi, sebagai salah satu indikator makro ekonomi penting yang digunakan untuk menganalisis pembangunan ekonomi di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngada mengalami peningkatan yakni dari 4,96 % pada tahhun 2017 menjadi 5,02 % pada tahun 2018 ini.

Kedua ; pendapatan per kapita masyarakat Kabupaten Ngada Tahun 2018 adalah sebesar Rp.9.557.700/tahun, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang lalu yakni sebesar Rp.8.649.000/Tahun. Pendapatan per kapita ini di ukur dari rata-rata pengeluaran perkapita penduduk masyarakat Kabupaten Ngada .

Ketiga ; kemiskinan, sebagai salah satu indikator untuk mengetahui pengeluaran per kapita perbulanan penduduk untuk memenuhi kebutuhan minum makan dan non makan yang menggambarkan seseorang tergolong miskin atau tidak. Kondisi kemiskinan di Kabupaten Ngada masih terdapat 20.2010 Jiwa Miskin atau apabila di presentasekan sebesar 12,77 % dari total penduduk Kabupaten Ngada. Pemerintah terus berusaha dari waktu ke waktu untuk menurunkan jumlah penduduk miskin.

Keempat ; Indeks Pembangunan Manusia (IPM), untuk mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar, mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan layak. Angka IPM Ngada selama kurun waktu 2011 hingga 2018 terus mengalami peningkatan. Tahun 2018 IPM Ngada tercatat sebesar 68,10 naik sebesar 0.63 point dari tahun 2017 sebesar 66,47. Nilai IPM Ngada selama periode 5 tahun ini menduduki peringkat 3 dari seluruh Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur namun sejak Tahun 2017 posisi Kabupaten Ngada naik menduduki peringkat ke 2 se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, setelah Kota Kupang.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD Kabupaten Ngada Tahun 2016-2021 terutama pada tahun 2018 yang lalu menunjukan bahwa realisasi pencapaian Visi Daerah Kabupaten Ngada tahun 2016-2021 sebesar 80 % dengan kategori Tinggi. Realisasi pencapaian Visi daerah tersbut masing-masing tergambar melalui pencapaian Misi daerah sebagai berikut :

Misi pertama  yakni melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur (jalan, air, listrik dan rumah layak huni) untuk meningkatkan aksesbilitas, mengurangi disparitas wilayah, memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas pendidikan, tingkat realisasi sebesar 78,63 % dengan kategori tinggi.

Kondisi rumah tidak layak huni di Kabupaten Ngada hasil pendataan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, pada tahun 2016 terdapat 77.167 Rumah Tidak Layak Huni. Pemerintahan Kabupaten Ngada pada Tahun 2017 telah membangun sebanyak 562 Unit, dan pada Tahun 2018 telah di bangun sebanyak 930 Unit Rumah Layak Huni, melalui pola partisipatif bersama masyarakat.

Sementara pada tahun 2019 ini, pemerintah terus melaksanakan kolaborasi lintas sumber dana, baik Dana Desa, APBD Kabupaten Ngada maupun sumber dana lainya. Alokasai Dana Desa untuk program pembangunan Rumah Layak Huni Tahun 2019, sebanyak 10 Unit per desa sehingga total seluruhnya menjadi 1.350 Unit Rumah Layak Huni sedangkan yang bersumber dari APBD Kabupaten Ngada pada tahun 2019 sebanyak 150 orang Unit Rumah Layak Huni. Dengan demikan total Rumah Layak Huni sebanyak 1.500 Unit Rumah. Program ini akan terus kita lanjutkan sampai akhir periode RPJMD Kabupatn Ngada 2016-2021.

Untuk mendukung transportasi darat sampai dengan tahun 2018 pemerintah Kabupaten Ngada telah membangun dan meningkatkan kondisi jalan kabupaten dalam kondisi baik sepanjang 681,78 Km dari total panjang jalan Kabupaten 1.042 Km. Pemerintah juga terus berupaya untuk membuka akses yang dapat menghubungkan wilayah bagian utara dan selatan Kabupaten Ngada yang selama ini mengalami keterisolasian akibat kondisi geografis yang berada di pegunungan dan di targetkan sampai dengan tahun 2021 seluruh jalan Kabupaten akan di perbaiki.

Penyediaan Air Bersih dan Listrik di Kabupaten Ngada, pada tahun 2018 jumlak KK yang terlayani air bersih sebanyak 28.044 KK atau 79,4 % dari total KK sebanyak 35.320 KK. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah KK yang terlayani air bersih sebanyak 26.454 KK atau 74,9 % mengalami peningkatan sebanyak 1.589 KK . Sementara itu untuk akses masyarakat terhadap listrik pada tahun 2018, sebanyak 26,779 Rumah Tangga yang ada, sebanyak 34.778 Rumah Tangga.

Misi Kedua yakni Meningkatkan kemampuan ekonomi daerah yang bertumpu pada sector pertanian dengan pola agribisnis, koperasi dan pariwisata berbasis pedesaan yang berwawasan lingkungan, tingkat realisasi sebesar 74,85 % atau kategori sedang.

Untuk mendukung pencapaian Misi 2 ini, Pemerintah pada tahun 2019 telah melakukan kegiatan Tema Usaha Investasi. Kegiatan ini merupakan forum khusus antara Pemerintah Kabupaten Ngada dengan para investor di Bidang Komoditi Perkebunan dan di Bidang Priwisata. Untuk itu, Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementrian ESDM Republik Indonesia bersama sejumlah investor akan mengunjungi Kabupaten Ngada untuk melihat dari dekat potensi tanaman perkebunan, peternakan dan potensi parawisata.

Pada tahun 2019 ini juga Pemerintah Kabupaten Ngada telah menyusun Master plan pengembangan kawasan kebun Raya Wolobobo sebagai satu-satunya Kebun Raya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya Kebun Raya Wolobobo ini, diharapkan juga ikut mendorong geliat perekonomian masyrakat.

Misi Ketiga yakni Melakukan penataan dan pengembangan kehidupan masyarakat perkotaan, tingkat realisasi sebesar 79,3% atau kategori tinggi. Untuk mewujudkan penataan Kota Bajawa, Pemerintah telah mencanangkan Kota Bajawa sebagai Kota Bunga dan Kota Buah. Pada tahun 2019 ini juga pemerintah telah mrencanakan Master Plan Penataan Kota Bajawa.

Misi Keempat yakni mendorong pngembangan kualitas pendidikan masyarakat dan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif, produk serta memiliki budi pekerti dan etos kerja yang tinggi, tingkat realisasi sebesar 76,67 % atau kategori tiggi.

Misi Kelima  yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan sebagai landasan pengembangan kualitas sumber daya manusia, tingkat realisasi sebesar 86,18 % atau kategori tinggi.

Misi Keenam yakni menanggulangi bencana alam, non alam, dan atau bencana sosial serta memperkuat kapasitas kelembagaan sosial, politik, budaya, keagamaan, olah raga dan masyarakat, tingkat realisasi sebesar 85,71 % atau kategori tinggi.

Misi Ketujuh yakni meningkatkan penyelenggaraan tata kelola yang efisien, efektif, bersih dan demokrasi dengan mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat, tingkat realisasi sebesar 78,91 % atau kategori tinggi

Sebelum saya mengahkiri pidato ini perkenankan saya menyampaikan beberapa hal yang menjadi tekad bersama kita pada tahun 2020 yang akan datang yakni :

Pertama : Kita sukseskan tahapan pemilihan Kepala derah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ngada Tahun 2021-2026, yang akan dimulai sejak Tahun 2019 ini.

Kedua : Kita wujudkan penataan Kota Bajawa yang asri dan nyaman sebagai Urban Tourism Kabupaten Ngada. 

Ketiga : Menuntaskan Balita Stunting di Kabupaten Ngada melalui aksi Konvergensi Program dan Kegiatan dalam bentuk Intervensi Spesifik melalui Dinas Kesehatan dan Intervensi Sensitif melalui kolaborasi dengan Perangkat Daerah Terkait lainya, dan mewujudkan Gerakan GO Organik dengan memanfaatkan kawasan Rumah Pangan Lestari dan Desa Mandiri Pangan. Stunting menjadi prioritas pertama baik di Tingkat Nasional,Provinsi NTT Maupun Kabupaten Ngada.

Keempat : Mencegah penyebaran virus Rabies melalui, eliminasi hewan penular Rabies secara selektif, oleh karena itu, saya mengimbau ke seluruh masyarakat untuk selalu waspada Rabies. Batas memelihara hewan penular Rabies. Sayangi diri anda dan keluarga

Kelima : Mewujudkan Mall Pelayanan Terpadu satu pintu yang berlokasi di Gedung Ine Sina Bajawa. Sehingga Pelayanan dan Perijinan terpusat pada satu lokasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan perijinan .

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada