PKK Ngada Gelar Rakon Menyoroti Isu Stunting

Bagikan

Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, menggelar Rapat Konsultasi PKK di aula OCD Bogenga, Jumat 15 Juli 2019. Bupati Ngada Paulus Soliwoa membuka dengan resmi kegiatan tersebut, yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Ngada Berny Dhey, Ketua TIm Penggerak PKK Ngada Ny. Kurniati Soliwoa, Para Pimpinan OPD, Anggota PKK peserta Rakon serta undangan lainnya.

Bupati Ngada dalam kegiatan tersebut meminta peran serta PKK dalam medukung program pemerintah daerah menuju masyarakat Ngada yang sejahtera. Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas manusia dari dalam keluarga, sehingga outputnya adalah masyarakat Ngada yang mandiri, berkualitas dan mampu bersaing.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Ketua DPRD Ngada Berny Dhey dan Ketua TP. PKK Ngada Ny. Kurniati Soliwoa

Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan Ny. Dominika Ngora menjelaskan bahwa Pembangunan nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Upaya ini akan mencapai hasil secara efektif apabila di satu pihak ada fasilitas dan sistem pelayanan pemerintah serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat

Kondisi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunya arti besar dalam proses pembangunan karena kesejahteraan keluarga merupakan barometer bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Untuk dapat membina keluarga secara langsung dan menjangkau banyak sasaran, Gerakan PKK sebagai bentuk partisipasi masyarakat dari bawah dalam mengisi pembangunan melalui 10 Program Pokok PKK, terbukti telah memperlihatkan keberhasilan namun tetap perlu terus ditingkatkan.

Peserta RAKON PKK Ngada

Rapat Konsultasi (Rakon) TP PKK Tahun 2019 merupakan kegiatan tahunan ke – IV sejak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII PKK Tahun 2015 yang meliputi Bidang Kelembagaan, Rencana Kerja Lima Tahunan PKK dan Administrasi PKK. Dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Terbitnya Perpres ini semakin memperkuat TP PKK dalam mengelola 10 Program Pokok PKK.

Program Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada yang mengacu pada program Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, telah mengembangkan program 12 Desa Model PKK yang tersebar di 12 Kecamatan se Kabupaten Ngada. Diharapkan 10 program pokok PKK dapat dikonsolidasikan bersama Organisasi Perangkat Daerah, sebagai mitra sehingga bisa mewujudkan akselerasi program PKK.

Selain itu juga dapat mengatasi masalah – masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat terutama saat ini masalah stunting menjadi masalah global dari tiap tingkatan. Menjadi isu yang disorot oleh semua kalangan. Pada Rakon tahun ini bukan saja membahas isu gizi buruk dan stunting tetapi juga program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Ngada. Kegiatan ini melibatkan berbagai komponen daerah, sehingga nantinya dengan berhasilnya program Desa Model dan Pencegahan Stunting sedini mungkin serta berhasilnya peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, dapat menghasilkan Desa Model di Kabupatem Ngada yang akan bermuara pada NTT BANGKIT, NTT SEJAHTERA.

Peserta Rakon PKK Kabupaten Ngada berjumlah 72 orang, masing – masing kecamatan 6 orang yang terdiri atas Ketua, Sekretaris, peserta dari 12 Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Ngada, Ketua I, Pokja ll, Ketua Pokja III dan Ketua Pokja IV.

Dalam kegiatan Rakon ada beberapa materi dan instansi terkat yakni. Pencegahan Stunting oleh Dinas Kesehatan, Kebjakan Terkait Dengan Dukungan Anggaran Kegiatan TP oleh Dinas PMDP3A Kabupaten Ngada, Pola Asuh Anak Dalam Pencegahan Stunting Dan Human Traficking oleh Ny. Lidwina Dhiu, MA (Psikolog) .

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada