Plt. Bupati Ngada, “Predikat Bajawa Kota Kecil Terkotor, Ambil nilai Positifnya”

Published by merlyn on

Pernyataan ini disampaikan Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa,saat amanat apel kekuatan yang dipadukan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional,di Lapangan Kartini Bajawa, Senin 25 Februari 2019.

“Kota Bajawa,melalui penilaian Adipura,ditetapkan sebagai kota kecil terkotor.Kita ambil hikmah Positifnya saja. Camat, Lurah, Kepala Desa dan semua elemen masyarakat,gotong royong untuk bersih di lingkungan masing – masing,ini percuma Pemerintah bangun got dan saluran,sampah dan tanah penuh got,tidak ada yang mau angkat” Tegas Paulus

Menurutnya, gong kebersihan di Ngada sudah dicanangkan sejak 10 Maret 2014, ini dimaksudkan agar semua stakeholder,mulai dari ASN sebagai penggerak, Camat ,Lurah dan Desa serta masyarakat, berjibaku menjaga kebersihan lingkungan.

Berkaitan dengan peringatan hari sampah Nasional, Hal sederhana tapi berdampak besar yang bisa dilakukan seperti membuang sampah pada tempatnya,mengelola sampah menjadi barang bernilai dan memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa terpakai.

“Sampah itu bisa jadi musuh kalau tidak kita kelola dengan baik, bisa datangkan penyakit berbahaya,jangan main-main dengan sampah dan lingkungan yang kotor” jelas Paulus Soliwoa

Plt. Bupati Ngada saat amanat Upacara

Diharapkan para Lurah dan Desa menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah di wilayah masing-masing dan terjadwal untuk gerakan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan.

“Ngada sekarang sudah kejadian Luar Biasa Demam Berdarah, dengan 110 korban DBD,3 diantaranya meninggal dunia.Ini wabah yang datang karena rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Jangan hanya harap petugas kebersihan. Petugas kebersihan itu,tugasnya di tempat umum,kalau depan rumah,urusan kita masing-masing”, Lanjutnya.

Plt. Bupati Ngada juga mengingatkan masyarakat agar selain mengelola sampah,menjaga kebersihan lingkungan, juga menanam bunga di pekarangan rumah. Ngada dahulu selalu dikenal sebagai kota buah dan bunga. Agar hal itu bisa kembali dihidupkan oleh masyarakat.

“Depan rumah itu tanam bunga,jangan tanam jagung.Itu halaman rumah bukan kebun.Kalau mau tanam jagung,dibelakang rumah atau kebun”,tegasnya.

Dengan bersinergi menjaga kebersihan lingkungan,diharapkan nantinya Ngada tidak lagi terprediksi kota kecil terkotor.

Apel peringatan hari sampah Nasional tingkat Kabupaten Ngada diikuti oleh para Asisten,seluruh pimpinan OPD, ASN, Camat, Lurah dan pelajar dalam kota Bajawa.

Categories: Berita

1 Comment

Wilman · February 25, 2019 at 12:53 pm

Saya sangat setuju dan mendukung gagasan pak Bupati. Tuhan memberkati.🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *