Kasat Lantas Polres Ngada melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pelajar SMAN 2 Bajawa, dan larangan bagi pelajar membawa kendaraan ke sekolah pada hari Kamis, 25 Juli 2019.

AKP Sudirman selaku Kasat Lantas mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Perintah Pimpinan Polda NTT, agar para pelajar di seluruh NTT tidak menggunakan kendaraan Roda 2 untuk ke sekolah karena belum memenuhi syarat dari segi usia,untuk mengendarai kendaraan dan tingkat kecelakaan dari kalangan pelajar cukup tinggi, karena dalam mengendarai kendaraan banyak pelajar belum memenuhi syarat.

Kasat Lantas sedang melakukan sosialisasi.

Kasat Lantas juga berharap para siswa bisa patuh kepada larangan-larangan serta peraturan lalu lintas dan patuh kepada aturan serta penyataan yang di buat bersama, bahwa bagi siswa yang membawa kendaraan roda 2 yang tidak sesuai ketentuan, maka kendaraannya disita sementara oleh kepala sekolah dan menghadirkan orang tuanya untuk mengambil kendaraan tersebut dan membuat surat pernyataan.

Kepala sekolah SMAN 2 Bajawa Johanes Emilianus Rade Bhoki, S.pd. mengatakan bahwa atas nama keluarga besar SMAN 2 Bajawa merasa senang dan bersyukur kepada Polres Ngada Khususnya Kasat Lantas, yang meluangkan waktunya untuk memberikan pencerahan dan himbauan kepada keluarga besar SMAN 2 Bajawa, khususnya kepada para siswa agar tidak memakai kendaraan roda 2 ke sekolah karena belum memenuhi syarat. Anis Rade juga menghimbau, bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun agar segera mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan melengkapi kendaraan serta kelengkapan perorangan seperti Helm dan mematuhi aturan serta rambu rambu lalu lintas, serta tidak ugal-ugalan dalam mengendarai sepeda motor.

Para Siswa SMAN 2 Bajawa sedang mendengarkan sosialisasi.

Pada kesempatan yang sama Anis Rade menegaskan bahwa ia sangat menyetujui apabila di kemudian hari ditemukan siswa mengendarai sepeda motor tidak memenuhi syarat dan ketentuan, kendaraannya disita sementara dan menyuruh orang tua siswa mengambilnya, serta membuat surat pernyataan untuk tidak di ulangi dan apabila di ulangi lagi, maka proses hukum ditegakkan sesui aturan undang-undang lalu lintas.

Penyerahan “surat pernyataan” bagi siswa yang belum memenuhi syarat untuk berkendaraan ke Sekolah.
Categories: Berita

1 Comment

Chipo · 25 July, 2019 at 9:17 pm

Mantap.
Ini salah satu bagian bgmn menanamkan pendidikan karakter (taat dan disiplin) pada anak didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada