PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)

Published by Administrator on

Bajawa – Dalam rangka meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan maka pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2005 menyediakan sejumlah dana bagi satuan pendidikan sebagai pelaksana program wajib belajar. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Drs. Vinsensius Milo, MM ketika dihubungi Tim Media Ngada di sela – sela kegiatan Serah Terima Jabatan terhadap beberapa pejabat lingkungan Dinas Pendidikan yang mengalami mutasi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada ini menjelaskan bahwa  program tersebut adalah progran Bantuan Operasinal Sekolah (BOS) dengan besaran sebagai berikut : Pertama, Tingkat SD sebesar Rp. 800.000,-/peserta didik/tahun dan Kedua, Tingkat SMP sebesar Rp. 1.000.000,-/peserta didik/tahun

Beliau menambahkan bahwa dana BOS ini disalurkan ke rekening satuan pendidikan setiap 3 bulan yaitu priode Januari – Maret, April – Juni, Juli – September dan Oktober – Desember. Namun di wilayah tertentu dana BOS disalurkan tiap 6 bulan yaitu periode Januari – Juni dan Juli – Desember. Khusus di Kabupaten Ngada, penyaluran Dana BOS dilaksanakan setiap 3 bulan setelah mendapat verifikasi dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada.

Menyinggung latar belakang program BOS, Vinsensius Milo mengatakan bahwa program ini berlatar belakang pada amanat Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa setiap warga negara berusia 7 – 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Dan Pemerintah Daerah.

Sementara, berkaitan dengan penggunaannya, Sensi Milo menjelaskan bahwa Dana BOS digunakan secara transparan dan akuntabel hanya untuk membiayai komponen kegiatan antara lain :

1.      Pengembangan perpustakaan sekolah.

2.      Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru

3.      Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa

4.      Kegiatan ulangan dan ujian (Evaluasi Pembelajaran)

5.      Pembelian bahan-bahan habis pakai untuk pengelolaan sekolah

6.      Langganan daya dan jasa

7.      Pemeliharaan dan Perawatan sekolah/rehab ringan dan sanitasi sekolah (sarana prasarana sekolah.

8.      Honorarium guru honorer dan tenaga kependidikan honorer

9.      Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan serta penegembangan manajemen sekolah.

10.  Pembelian dan perawatan perangkat komputer dan media pembelajaran lainnya.

11.  Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 – 10 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS.

Kemudian beliau menegaskan lagi bahwa Dana Bos ini harus digunakan secara transparan dan akuntabel dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.      Melakukan pendataan secara akurat ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

2.      Meminta masukan kepada semua pihak (termasuk orang tua/wali peserta didik) mengenai program sekolah yang diperlukan.

3.      Membuat Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang mencakup seluruh sumber dana yang diterima sekolah.

4.      Membuat pembukuan dan administrasitunggal terhadap seluruh penerimaan sekolah.

5.      Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua/komite sekolah

6.      Membuat laporan secara berkala per triwulan kepada pemerintah secara on line.

 

(NewsSource:John Nahak)Bajawa – Dalam rangka meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan maka pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2005 menyediakan sejumlah dana bagi satuan pendidikan sebagai pelaksana program wajib belajar. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Drs. Vinsensius Milo, MM ketika dihubungi Tim Media Ngada di sela – sela kegiatan Serah Terima Jabatan terhadap beberapa pejabat lingkungan Dinas Pendidikan yang mengalami mutasi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada ini menjelaskan bahwa  program tersebut adalah progran Bantuan Operasinal Sekolah (BOS) dengan besaran sebagai berikut : Pertama, Tingkat SD sebesar Rp. 800.000,-/peserta didik/tahun dan Kedua, Tingkat SMP sebesar Rp. 1.000.000,-/peserta didik/tahun

Beliau menambahkan bahwa dana BOS ini disalurkan ke rekening satuan pendidikan setiap 3 bulan yaitu priode Januari – Maret, April – Juni, Juli – September dan Oktober – Desember. Namun di wilayah tertentu dana BOS disalurkan tiap 6 bulan yaitu periode Januari – Juni dan Juli – Desember. Khusus di Kabupaten Ngada, penyaluran Dana BOS dilaksanakan setiap 3 bulan setelah mendapat verifikasi dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada.

Menyinggung latar belakang program BOS, Vinsensius Milo mengatakan bahwa program ini berlatar belakang pada amanat Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa setiap warga negara berusia 7 – 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Dan Pemerintah Daerah.

Sementara, berkaitan dengan penggunaannya, Sensi Milo menjelaskan bahwa Dana BOS digunakan secara transparan dan akuntabel hanya untuk membiayai komponen kegiatan antara lain :

1.      Pengembangan perpustakaan sekolah.

2.      Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru

3.      Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa

4.      Kegiatan ulangan dan ujian (Evaluasi Pembelajaran)

5.      Pembelian bahan-bahan habis pakai untuk pengelolaan sekolah

6.      Langganan daya dan jasa

7.      Pemeliharaan dan Perawatan sekolah/rehab ringan dan sanitasi sekolah (sarana prasarana sekolah.

8.      Honorarium guru honorer dan tenaga kependidikan honorer

9.      Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan serta penegembangan manajemen sekolah.

10.  Pembelian dan perawatan perangkat komputer dan media pembelajaran lainnya.

11.  Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 – 10 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS.

Kemudian beliau menegaskan lagi bahwa Dana Bos ini harus digunakan secara transparan dan akuntabel dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.      Melakukan pendataan secara akurat ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

2.      Meminta masukan kepada semua pihak (termasuk orang tua/wali peserta didik) mengenai program sekolah yang diperlukan.

3.      Membuat Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang mencakup seluruh sumber dana yang diterima sekolah.

4.      Membuat pembukuan dan administrasitunggal terhadap seluruh penerimaan sekolah.

5.      Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua/komite sekolah

6.      Membuat laporan secara berkala per triwulan kepada pemerintah secara on line.

 

(NewsSource:John Nahak)

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *