Pastor Paroki Santa Maria Inewea Kisaraghe, RD Tadeus Mitan dimakamkan di Pemakaman umum Keuskupan Agung Ende Ndona,  11 Juni 2019.
Prosesi Pemakaman ini di hadiri oleh umat yang mana beliau pernah menjadi Pastor Paroki diantaranya Kisaraghe,  Langa,  Boawae,Wangka, para imam sekeuskupan Agung Ende,  dan umat di wilayah paroki Ndona.

Romo Tedy in Memoriam

Dalam sambutannya usai Misa Requem,  Romo Vikjen RD Sirylus Lena mengisahkan tentang almarhum RD Tadeus semasa hidup imamatnya.
” Romo Tedy adalah sosok yang rendah hati dan selalu mendengar. Punya bakat terpendam yakni pemain Voly yang hebat. Dia sangat sedikit bicara namun sekali bicara pasti sangat menyejukkan, “katanya.

Romo Syirilus juga mengatakan bahwa Romo Tedy adalah salah satu dari 5 orang yang lolos jadi imam dari 83 seminarian.

Prosesi pemakaman Romo Tadeus Mitan.

Sementara itu, Salah satu Anggota DPP Paroki Santa Maria Inewea mengatakan sangat Bangga mengenal Romo Tadeus,  meskipun baru dua tahun menjadi pastor paroki Kisaraghe.
” Kami sangat terkesan dengan Opa romo Tedy,  karena beliau sangat berkharisma dan selalu mendengar keluh kesah kami,  kami umat paroki Kisaraghe sangat kehilangan beliau, ” katanya.

Untuk diketahui RD. Tadeus Mitan dilahirkan di Nita Maumere 22 Juli 1962 dan telah menjadi imam selama 36 tahun dan berkarya di Kevikepan Bajawa.
RD. Tadeus Mitan menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu 10 Juni 2019 di RSUD Ende.

“Selamat jalan Romo Tedy, Terima kasih untuk Pengabdian dan Pelayananmu”.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada