RSPD Ngada, Gelar Dialog Publik jelang Pilnas 2019.

Published by merlyn on

Suasana Dialog bersama Moderator Merlyn I. Lalu

Momentum Pemilu Nasional 17 April 2019 di Ngada, sudah didepan mata. Semua stakeholder mulai dari Penyelenggara, Pihak Keamanan dan Masyarakat, bersinergi mewujudkan Pemilu berkualitas.

Mengambil peran sebagai Media Informasi, RSPD Ngada menggelar Dialog Interaktif bertema “Meredusir Isu Radikalisme, Intoleran, SARA dan HOAX jelang Pilnas 2019. Dialog melibatkan Polres Ngada, KPUD Ngada dan PMKRI Cabang Ngada.

Wakapolres Ngada, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, SH menyebutkan ada 3 lokasi yang terpetakan rawan pelanggaran Pemilu di Ngada yakni Kecamatan Bajawa,Golewa Selatan dan Aimere. Wilayah ini menjadi perhatian khusus, namun seluruh wilayah Ngada Nagekeo pengamanannya merata.

Wakapolres Ngada saat Dialog

“Polres Ngada itu, wilayah tugasnya di Ngada dan Nagekeo. Sejak tahapan Pemilu berlangsung hingga saat ini, kami rutin lakukan pengamanan,Patroli dan Pemantauan,untuk menjamin Keamanan proses Pilpres dan Pileg hingga hari H, terutama di beberapa wilayah rawan konflik”, ujar Wakapolres Ngara.

Menurutnya, ada dua faktor yang menjadi pemicu konflik Pemilu, Konflik dari luar seperti Penyebaran isu Sara, Berita Hoax, ujaran kebencian dan money Politics,serta rentan pada masa kampanye. Untuk itu, Polres Ngada bekerja optimal menempatkan personil untuk mengamankan setiap lokasi dan situasi jelang Pencoblosan.

Menanggapi pertanyaan tentang pengaruh Media Sosial baik Facebook,IG atau Twitter dalam penyebaran berita Hoax, hate speech dan Tagar Rasis, Wakapolres Ngada menekankan bahwa telah terbentuk Satgas Nusantara dengan Satgas Patroli Cyber. Satgas ini bertugas mendeteksi trend kejahatan penyalahgunaan media sosial, yang berdampak buruk bagi masyarakat. Beberapa akun baik personal maupun group di Ngada, terus dipantau oleh Tim Cyber Polres Ngada, guna meminimalisir dan mencegah aksi di Medsos yang meresahkan.

“Jadi,pakai media sosial itu untuk beri informasi yang baik,untuk silaturahmi. Jangan sampai Facebook itu dipakai buat posting berita hoax, berita palsu, apalagi mengandung isu Sara dan Intoleran. Sekarang yang menyebarkan berita hoax itu, bisa dipantau oleh Tim patroli Cyber dan ada tindakan hukum bagi yang melanggarnya, hati-hati saja”, tegas Wakapolres Ngada.

Dari pihak penyelenggara KPUD Ngada, Divisi perencanaan dan data Komisioner KPUD, Saiful Amri mengatakan saat ini pihaknya tengah membenahi Data pemilih, dengan menggelar Rakor pemutakhiran daftar pemilih tambahan dan Daftar pemilih khusus bersama PPS se- Kabuapten Ngada. Sinergi ini dibangun agar dari penyelenggara bawah satu pemahaman tentang teknis pendataan,pencoblosan hingga penghitungan suara. Krusialnya pemilu dengan istilah “Pemilu 5 kotak” ini adalah banyaknya surat suara yang harus dicoblos oleh pemilih,dapat menjadi persoalan apabila penyelenggara tidak dibekali secara baik.

Komisioner KPUD Ngada, Saiful Amri

Untuk Kampanye, Divisi Hukum Maria Veronika Sekke Jawa mengatakan akan memasuki masa pertemuan terbatas,tatap muka dan pemasangan alat peraga kampanye 24 Maret hingga 13 April 2019.

Dari Divisi Parmas KPUD Ngada, Stefania Oktaviana Meo menyebutkan bahwa saat ini logistik yang tersedia adalah kotak suara dan amplop. Sementara distribusi surat suara, masih menunggu juknis KPU propinsi. Jelang pencoblosan, KPUD Ngada akan melakukan pendropingan ke PPS H-3 untuk wilayah luar kota dan H-1 dalam kota.

Komisioner KPUD Ngada, Stevania Oktaviana Meo dan Maria veronika Sekke Jawa.

Sementara itu,Ketua PMKRI Cabang Ngada, Senobius Mbasu, yang didampingi Sekjen PMKRI berpendapat bahwa agak sulit menemukan pemilih rasional di Ngada, terutama pemilih Milenial , yang kurang mendapat pembekalan tentang Demokrasi dan Politik. Setiap pemilu, pemilih cenderung didominasi oleh pemilih tradisional yang memilih berdasarkan Suku dan Ras, serta pemilih Emosional karena faktor kedekatan keluarga,teman dan relasi emosional. Hal ini berpengaruh pada kualitas pemimpin yang dihasilkan, dikemudian hari berdampak besar pada jalannya roda pembangunan.

Sekjen PMKRI Ngada Adiputra moses, mengharapkan generasi muda dan pemilih Milenial untuk belajar berpolitik dan berdemokrasi yang baik, dari diri sendiri, melalui literasi digital di Media sosial,sehingga 40 persen Pemilih Milenial ini dapat berkontribusi positif untuk hasilkan Pemilu berkualitas. ” Ya,,kita mulai saja dari menyaring berita dan isu di Medsos, jangan mudah percaya berita yang belum terbukti dan sering diskusilah dengan teman, biar wawasan demokrasi kita makin baik. Posting hal-hal positif di Medsos.”ujar Adiputra moses

Foto bersama Narasumber.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *