Rumah Literasi Cermat (RLC) mengadakan diskusi publik dan sayembara menulis dengan tema “Kaum Milenial di Tengah Krisis Ekologi” yang bertempat di ruang serba guna Kurubhoko, Kantor Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze pada Sabtu, 21 September 2019.

Kepala Desa Nginamanu, saat memberikan sambutan.

Kegiatan diskusi publik memang jarang dilakukan di Desa seperti saat ini. Pemilihan tempat, dan lokasi khusus kegiatan di tempat seperti ini sebenarnya mempunyai maksud praktis, yakni untuk mengarahkan fokus sekaligus melihat dari dekat berbagai kerusakan lingkungan yang kian parah dari tahun ke tahun, seperti: bencana kebakaran hutan, pembalakan liar sehingga menyebabkan rusaknya ekosistem dan mengeringnya sejumlah mata air. Kecamatan Wolomeze dan beberapa tempat lain di Kabupaten Ngada nyaris tidak pernah absen dari kasus kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan lainnya.

Para siswa sedang menulis gagasan dalam kegiatan sayembara menulis.

Siswa-siswi tampak serius menulis gagasan.

Menyikapi hal tersebut dan sekaligus sebagai upaya untuk mengembalikan alam ciptaan sebagai sahabat dan Ibu (Ibu Bumi), Lembaga Rumah Literasi Cermat (RLC) bekerja sama dengan komunitas OFM Paroki Kurubhoko, Yayasan Puge Figo dan Pemerintah Desa Nginamanu menggelar diskusi publik sekaligus sayembara menulis gagasan.

Penyerahan sertifikat kepada juara pertama lomba menulis gagasan kategori remaja.

Dalam Sambutan sekaligus membuka kegiatan sayembara menulis, Kepala Desa Nginamanu Yohanes Don Bosco Lemba menegaskan bahwa berbicara milenial artinya tidak terlepas dari peran anak muda. Bosco Lemba mengharapkan peran pemuda untuk bisa memutuskan budaya kerusakan alam lewat kebiasaan berburu dengan membakar hutan yanga masih terjadi hingga saat ini. Selain itu Lemba juga menegaskan lewat kegiatan ini kiranya generasi milenial bisa menjadi ujung tombak dalam mengatasi krisis ekologi.

Dalam wawancara media bersama Emanuel Djomba selaku Direkur lembaga RLC, mengatakan bahwa, tujuan di lakukan kegiatan ini adalah yang pertama meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat pada umumnya, kalangan milenial pada khususnya, guna menciptakan keselarasan antara kebutuhan manusia dan kesanggupan bumi menopangnya serta yang kedua, menumbuhkan kepekaan kaum milenial dan masyarakat pada umumnya terhadap fenomena kerusakan ekologi, dan mengambil bagian secara nyata dalam merawat bumi melalui aksi-aksi kecil yang konkret.

Para peserta diskusi publik dan sayembara menulis.

Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber yakni Pater Thobias Harman, OFM, Reinard L. Meo, S. Fil, Dr. Nao Remond dan Egil Ruba mewakili Kadis Pertanian Kabupaten Ngada.

Setelah diskusi publik selesai dilanjutkan dengan pembacaan pemenang lomba sayembara menulis gagasan dengan masing-masing kategori yakni kategori SD, Kategori SMP dan kategori remaja yang meliputi siswa SMA dan Mahasiswa.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada