Menurut catatan Buku Perjanjian Suci yang ditulis Urbanus H.A No yang diterbitkan mengenang seabad sekolah ini, jejak misionaris di Soa sejak tahun 1917 menjadi tanda dimulainya misi pendidikan yang membawa penguatan sumber daya manusia di tanah Soa. Jadi kehadiran sekolah Katolik hingga saat ini memang tidak terlepas dari kehadiran misionaris yang membawa ‘kabar sukacita Injili’ melalui misi pendidikan.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada saat memberikan sambutan.

Pada tahun 1917, Misionaris pertama Fransiscus de Lange, SVD masuk di tanah Soa. Ketika itu, de Lange, SVD adalah pastor Paroki Ndona. Dia berjumpa dengan pemimpin Soa berpengaruh kala itu di Borowa, sebuah kampung di Soa bernama Meka Wio Sola. De Lange, SVD diterima dengan penuh keramahan di Soa oleh Wio Sola. Dalam perjumpaan itu Wio Sola sangat merespons kehadiran misionaris di tanah Soa yang kemudian dengan sukarela menyerahkan sebidang tanah untuk didirikan tempat ibadat (Kapela), di sebelah timur kampung Borowa yang bernama ‘Baruau’.

Tahun 1918, De Lange memprakarsai berdirinya sekolah dekat ‘Baruau’ yang diberi nama SRK, Soa – Sekolah Rakyat Katolik Roma. Sejak saat itu proses belajar mulai berjalan – meski secara legalitas eksistensi sekolah ini baru dinyatakan didirikan pada tahun 1919, tepatnya tanggal 1 Agustus. Sekolah ini di zamanya menampung bukan hanya anak-anak dari dataran Soa, tetapi juga dari sekitarnya seperti Naru, Boba, Menge, Gou, Poma,Tanawolo, Wangka, Riung, Ri’a, Warukia, Lengkosambi dan Nggolonio.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada