Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Ngada yang juga Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono pada kesempatan yang sama mengatakan ke-14 ODP tersebut tersebar di sejumlah Puskesmas yaitu Puskesmas Bajawa 4 orang, Bajawa Utara 1 orang, Golewa 3 orang, Aimere 1 orang, Inerie 2 orang, Wolomeze 1 orang dan Golewa Selatan 2 orang.

“Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 515 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menyebar pada 12 wilayah kecamatan,” katanya. Yosefus Nono menambahkan, dari rekapan data orang tanpa gejala (OTG), Kecamatan Bajawa berada pada urutan pertama dengan jumlah OTG sebanyak 229 orang dan Kecamatan Wolomeze menjadi Kecamatan yang memiliki OTG paling kecil dalam wilayah Kabupaten Ngada yakni 2 orang.

Pemda juga menyiapkan tempat isolasi dan observasi khusus bagi Orang Dalam Pantauan atau ODP di salah satu bangunan pemerintah yang berlokasi di Turekisa yang direncanakan akan digunakan untuk Kampus Stiper FB Bajawa dan saat ini sejumlah persiapan sedang dilakukan termasuk penyedian fasilitas penunjang pelayanan kepada ODP.

Menindak lanjuti Surat Keputusan Gubernur NTT tentang penunjukkan RSUD Bajawa sebagai rumah sakit second line, maka pemerintah daerah melalui Gugus Tugas telah menyiapkan beberapa ruangan di RSUD sebagai tempat penanganan pasien yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Jack Mawo, Senin (30/3/2020) di Posko Siaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Ngada mengatakan bahwa 14 orang yang telah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan ( ODP) berada dalam kondisi yang semakin membaik. Ke-14 ODP tersebut juga terus dipantau tim medis dalam isolasi mandiri di rumah mereka.

“Kita ikuti perkembangan mereka setiap hari dan setiap hari pula dilaporkan ke Posko Siaga. Puskesmas yang ada ODP selalu berkoordinasi dengan pihak di dinas,” katanya.

Dijelaskan bahwa sejak tanggal 23 sampai dengan 30 Maret 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 telah melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan screenning pada tujuh posko perbatasan wilayah Kabupaten Ngada untuk memastikan kondisi kesehatan setiap pendatang yang masuk ke Kabupaten Ngada.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Ngada juga telah mengadakan Alat Pelindung Diri bagi tenaga medis sebanyak 115 Paket yang dialokasikan melalui APBD II Ngada. Dari 115 unit tersebut, baru 65 Paket APD yang telah tiba di Bajawa.

Jumlah ODP sampai Senin, 30 Maret 2020 di Kabupaten Ngada masih berjumlah yang sama yaitu 14 orang.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada